Dilansir dari Yahoo! Finance, Thailand sedang mengintegrasikan proyek blockchain IBM dan Maersk untuk merampingkan prosedur pelacakan pengirimannya. The Bangkok Post melaporkan pada hari Kamis bahwa Departemen Bea Cukai Thailand akan mengadopsi TradeLens, platform logistik yang didukung bersama oleh IBM dan Maersk sebagai bagian dari kebijakan Thailand 4.0 negara tersebut. Thailand akan menjadi anggota kedua Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara yang menggunakan platform ini, setelah Singapura.

Lebih dari 90 perusahaan berbeda telah bergabung dengan TradeLens sejak platform itu diluncurkan. Menurut The Bangkok Post, pejabat bea cukai di Thailand akan menerima pemberitahuan ketika pengiriman kontainer meninggalkan pelabuhan asal mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk lebih mempersiapkan kedatangan.

Patama Chantaruck, Direktur Pelaksana IBM Thailand, mengatakan kepada The Bangkok Post bahwa mengintegrasikan alat-alat blockchain akan membantu memodernisasi perdagangan nasional dan internasional. Transparansi data yang meningkat dapat menghasilkan inspeksi yang lebih efisien untuk penipuan dan pemalsuan, serta pengumpulan pendapatan yang lebih efektif.

Departemen Bea Cukai membuka percakapan dengan TradeLens pada Oktober lalu, tiga bulan setelah platform diluncurkan. “Hal ini pertama kali akan diterapkan di pelabuhan Chon Buri, dan kemudian di Bangkok,” ungkap laporan itu. Thailand bergabung dengan sejumlah regulator nasional lain dan 15 jalur angkutan laut dalam mengimplementasikan TradeLens.

Sumber: Yahoo! Finance

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here