Dilansir dari CCN, setelah selama tiga minggu mengalami kebuntuan, nilai kapitalisasi seluruh pasar kripto mengalami pemulihan sebesar US$10 miliar dari US$ 111 miliar menjadi US$ 121 miliar pada 8 Februari lalu. Total kapitalisasi pasar kripto itu hampir sepenuhnya pulih ke level Januari 2019 di sekitar US$ 130 miliar.

Beberapa aset kripto utama seperti Litecoin (LTC) dan EOS (EOS) mencatat kenaikan dalam kisaran 15 hingga 20 persen terhadap dolar AS. Bitcoin melonjak sebesar 11 persen dari US$ 3.337 menjadi US$ 3.711.

Sepanjang Februari 2019 ini, banyak analis menekankan bahwa Bitcoin harus pulih ke kisaran US$ 4.000 hingga US$ 5.000 agar mampu menembus ke atas level resistensi utama. Jika Bitcoin tetap dalam kisaran US$ 3.500 hingga US$ 4.000, kemungkinan kecil BTC akan bangkit kembali ke harga tertingginya pada US$ 20.000.

Secara umum, dengan adanya peningkatan Bitcoin sebesar 11 persen tersebut, pedagang  kripto menjadi lebih optimis di masa depan jangka pendek BTC dan pasar uang kripto lainnya, karena membaiknya kekuatan yang ditunjukkan BTC dalam 48 jam terakhir. Analis memprediksi BTC dan pasar uang kripto lainnya akan berkinerja relatif baik dengan kisaran total volume perdagangan US$ 120 hingga US$ 140 miliar.

Beberapa uang kripto yang memilki fundamental kuat, komunitas pengembang, dan volume transaksi tinggi telah mengungguli sebagian besar aset digital lainnya selama empat bulan terakhir. Minggu ini, Litecoin dan EOS menjadi aset dengan kinerja terbaik di pasar uang kripto global dan dua jaringan blockchain itu menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pengembangan teknologi dan adopsi aplikasi desentralisasi (DApp).

Sumber: CCN.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here