Perusahaan penyedia layanan kartu pembayaran Mastercard sedang dalam proses penjajakan untuk menggunakan public blockchain. Mastercard telah mendaftarkan paten berupa metode untuk menverifikasi kartu pembayaran saat terjadi transaksi.

Mastercard mengajukan patennya ke kantor paten Amerika Serikat USPTO (U.S. Patent and Trademark Office), yang dipublikasikan Kamis (2018/06/07). Mastercard berencana menverifikasi setiap pembayaran pengguna kartunya di sebuah blockchain yang dapat diakses publik.

Dokumen paten tersebut menjelaskan akan ada dua metode kerja. Pertama encode (membuat kode) untuk image (gambar) kartu kemudian menyimpannya ke blockchain setelah dienrkipsi dengan public key dan private key. Ketika ada permintaan data saat terjadi pembayaran, sistem akan mengeluarkan private key agar image tersebut dapat diverifikasi.

Dengan mengintegrasi sistem ini pada perangkat POS (Point-of-Sale), Mastercard memastikan transaksi akan menjadi sangat aman. Pengguna diamankan dari segala jenis penipuan kartu kredit seperti skimming atau pencurian kartu.

Kapan dihasilkan prototype produk ini masih menjadi pertanyaan, akan tetapi penggunaan blockchain untuk Mastercard sudah pasti memperbaiki banyak permasalahan bisnis intinya. Menurut beberapa sumber yang dikutip Coindesk, nilai penipuan kartu kredit dan kejahatan kartu pada mesin ATM dan POS mencapai 2 miliar dolar US atau sekitar 27 triliun rupiah per tahun secara global.

Sumber: Coindesk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here