Untuk memenuhi kebutuhan pasar akan asisten berbasis kecerdasan buatan (AI assistant), para praktisi dan ahli kecerdasan buatan dan blockchain dari start-up teknologi Jepang, Couger, bermitra dengan perusahaan telekomunikasi Jepang, KDDI, membentuk perusahaan rintisan (startup) teknologi, Connectome.

Connectome memanfaatkan teknologi AI dan blockchain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan mengembangkan agen manusia virtual atau Virtual Human Agent (VHA). VHA adalah proyek yang menjadi andalan Connectome, yang bertujuan membantu manusia (human agent) dalam bentuk animasi virtual yang terhubung ke banyak hal secara desentralisasi dengan teknologi blockchain.

Purwarupa VHA Connectome memiliki tiga karakteristik yaitu bergerak dan berekspresi selayaknya manusia, sistem kecerdasan buatan yang dapat memahami situasi dan memberi keputusan, dan terhubung dengan perangkat IoT secara desentralisasi. Pengembangan purwarupa ini didukung oleh teknologi yang dimiliki Connectome, di antaranya kecerdasan buatan pembuat keputusan selayaknya manusia (human-like smart decision AI), pembelajaran kecerdasan buatan (AI Learning), cloud robotic, dan smart contract blockchain.

Dengan kapasitas dan kecepatan komunikasi dari teknologi 5G, pertukaran data digital akan lebih mudah dan cepat. VHA Connectome menggunakan teknologi blockchain di dalamnya yang bertujuan untuk pertukaran data antara satu sama lain pengguna secara desentralisasi, sehingga keamanan data dari setiap pengguna akan aman.

Sumber: connectome.to

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here