Dilansir dari CoinTelegraph, pada 17 April 2019 sumber berita The Block melaporkan bahwa pengembang mata uang kripto Israel, KZen, meraup pendanaan US$4 juta dari para pendukung investasi, termasuk raksasa elektronik Korea Selatan Samsung.

Produk KZen berupa aplikasi dompet ZenGo bertujuan menyederhanakan penggunaan custodial wallet (dompet kripto kustodian) untuk pengguna mata uang kripto tingkat pemula. Dengan menggunakan kombinasi antara penyimpanan kunci terpisah dan fitur keamanan biometrik, perusahaan itu berharap pengguna akan dapat memperoleh manfaat dari antarmuka pengguna wallet yang sederhana tanpa mengandalkan pihak ketiga atau diri mereka sendiri untuk memegang kunci pribadi (private keys) mereka dan informasi sensitif lainnya.

Ponsel cerdas dan penyimpanan cloud membentuk dua pembagi informasi yang diperlukan untuk menandatangani transaksi, bagian dari pengaturan yang disebut tanda tangan ambang batas (threshold signature).

“ZenGo menggunakan kriptografi ambang batas open source untuk menggantikan kunci pribadi dan semua masalah yang terkait dengan mengelola non-custodial wallet dengan aman,” tulis CEO dan Co-Founder ZenGo, Ouriel Ohayon, dalam sebuah posting blog pada 15 April 2019.

Mengenai keamanan aspek server cloud yang diperlukan agar transaksi dapat berfungsi, Ohayon mengatakan kepada The Block bahwa prosedur extra backup akan muncul setelah peluncuran.

Sumber: CoinTelegraph

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here