Ketika penipuan menjamur di dunia mata uang virtual yang tidak memiliki regulasi atau peraturan selama setahun terakhir ini, sebuah perusahaan di Swiss bernama Envion tampaknya menjadi salah satu yang resmi menciptakan cryptocurrency sendiri.

Perusahaan Envion mengatakan telah mengumpulkan $100 juta atau sekitar 1,3 triliun rupiah dari investor dengan rencana untuk membawa energi bersih ke dalam teknologi yang mengelola Bitcoin. Proyek ini diperkuat dengan kerja sama yang dilakukan bersama pebisnis, politisi Jerman, dan dengan lembaga akademis Jerman, serta dengan janji kepatuhan terhadap hukum Swiss dan Amerika.

Tetapi seperti banyak proyek lain yang juga telah menarik jutaan dolar melalui apa yang disebut initial coin offerings (ICO), Envion sekarang menjadi kacau. Para pendirinya menuduh satu sama lain atas penipuan. Dan investor pun menceritakan melalui media sosial mereka tentang seberapa banyak kehilangan yang mereka rasakan dalam proyek tersebut. Contohnya saja, Adam Elfarouq, 29 tahun dari Maroko, mengatakan dirinya telah menginvestasikan $3.000 (sekitar 40 juta rupiah) kepada Envion serta mengajak teman dan kerabatnya juga untuk menginvestasikan uang mereka.

Juru bicara untuk para pendiri, Laurent Martin, mengatakan masalah telah dimulai bahkan sebelum proyek tersebut memulai penggalangan dana akhir tahun lalu karena kepala eksekutif yang dibawa para pendiri, Matthias Woestmann. Menurut Martin, para pendiri memberi Woestmann apa yang mereka pikir adalah kontrol sementara dari saham mereka di perusahaan. Woestmann kemudian menolak untuk mengembalikannya, dan kemudian mencairkan saham pemilik lain yang memberinya kendali atas uang yang dikumpulkan.

Martin pun mengatakan masalah yang muncul sejak itu tidak disebabkan oleh struktur ICO. Sebaliknya katanya, mereka adalah hasil dari taktik Woestmann dan penolakannya untuk mengembalikan kepemilikan perusahaan. “Envion melakukan sesuatu yang benar-benar unik dalam cara mereka melindungi investor,” kata Martin. “Sangat disayangkan bahwa masing-masing benteng ini sedang diuji.” Sedangkan dalam sebuah wawancara, Woestmann mengatakan dia telah mengambil kendali perusahaan karena para pendiri menciptakan token Envion tambahan untuk memperkaya diri mereka – klaim yang ditolak oleh pendiri. Dia baru-baru ini melakukan upaya untuk menjual perusahaan kepada pemilik baru.

Meskipun demikian, dari sisi investor sendiri melalui saluran Envion pada layanan pesan Telegram telah memihak para pendiri melawan Woestmann, yang mereka katakan harus mulai membangun produk yang dijanjikan atau mengembalikan dana investor. Tetapi, investor Envion besar yang telah mengatur grup online mengatakan bahwa mereka juga tidak mempercayai para pendiri. Mereka mencatat bahwa para pendiri sekarang dipimpin oleh seorang pria bernama Michael Luckow, yang tidak pernah disebutkan selama proses penggalangan dana. Mereka mengeluh bahwa para pendiri membiarkan investor membeli token tanpa memberikan informasi apapun tentang gejolak di belakang layar. Para investor juga telah menemukan bukti bahwa beberapa pendiri menjual token mereka sendiri sebelum kekacauan saat ini mencuat ke publik.

Melihat hal tersebut, Martin pun menyatakan bahwa token tersebut dijual untuk membayar biaya Envion dan Luckow yang disebutkan para investor besar tersebut memang tidak ingin mengambil peran yang lebih terbuka sejak awal. Oleh karena itu, Martin menyatakan bahwa masih mungkin bahwa investor akan mendapatkan setidaknya sebagian dari uang mereka kembali. Ditambah dengan Woestmann yang menyatakan bahwa dirinya masih memiliki kendali sebagian besar uang di bank. Namun dirinya mengatakan, dana tersebut ditambah hanya hingga $50 juta, bukan $100 juta seperti yang diklaim oleh para pendiri. Woestmann mengatakan bahwa para pendiri tidak pernah mengumpulkan uang sebanyak yang mereka klaim. Dan penurunan harga mata uang virtual telah menurunkan nilai berbagai token digital yang dipegang.

“Sebagai seorang investor, ini adalah situasi yang mengerikan, seperti dalam sudut pandang saya, kedua belah pihak harus disalahkan,” kata Peter Kozak, seorang berusia 47 tahun di Swiss yang memasukkan $55.000 ke Envion. “Begitu banyak pertanyaan dan tidak ada jawaban.”

Jessica Smith, pria berusia 21 tahun di Inggris, mengatakan ia telah memasukkan $28.000 ke Envion – hampir semua uang yang ia hasilkan selama dua tahun terakhir dari perdagangan cryptocurrency hampir penuh waktu. Dia mengatakan dia sekarang mencari pekerjaan baru. “Ini sangat menyakitkan,” katanya.

Melihat kejadian yang dialami Envion ini kemudian menjadi pengingat terbaru tentang bagaimana peningkatan mata uang virtual yang mendadak telah memungkinkan pengusaha untuk memiliki akses langsung ke investor tanpa pengawasan regulasi bahkan seringkali dengan konsekuensi finansial yang sangat buruk bagi investor. ICO yang muncul hampir di mana-mana tahun lalu menjadi salah satu cara paling populer bagi perusahaan startup untuk mengumpulkan uang.

Bahkan banyak investor yang melemparkan lebih dari $5 miliar pada coin offerings tahun lalu. Memang sebagian besar proyek dapat sukses mengumpulkan uang dengan menjual cryptocurrency khusus – seperti Bitcoin – yang dirancang untuk digunakan sebagai metode pembayaran pada software yang sedang dibangun oleh startup, dengan harapan koin akan menjadi lebih berharga karena software menjadi lebih berguna. Tetapi, bagi orang-orang yang bekerja di dunia mata uang virtual sekalipun menyatakan bahwa struktur rumit dan kecepatan ICO membuat mereka kesulitan untuk memisahkan yang baik dari yang buruk.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here