Dilansir dari Cryptodaily, bulan lalu bursa kripto populer Bithumb diretas dan mereka melaporkan kehilangan US$180 juta karena peratasan tersebut. Setelah peretasan, manajemen bursa itu meminta pengguna untuk selalu berhati-hati terhadap simpanan mereka. Menurut sumber berita yang dikutip Cryptodaily, Bithumb saat ini menderita karena berkurangnya volume aktual dan pasar bear (melemah) pada mata uang kripto.

Industri kripto sedang tidak ramah selama setahun terakhir ini. Hal-hal tidak berjalan dengan baik, antara lain dengan Bitcoin jatuh di bawah US$3.500 pada November tahun lalu, dan membri imbas pula ke Bithumb. Sembilan bulan yang lalu, Bithumb dua kali lebih banyak kehilangan, dan sebuah laporan kemudian muncul yang menemukan bahwa perusahaan tersebut kemungkinan besar telah melaporkan metrik volume palsu. Pada titik ini, pengguna lama mungkin telah mempertimbangkan untuk menggunakan bursa lain dengan rekam jejak keamanan yang lebih kuat. Bursa Bithumb merumahkan puluhan stafnya pada bulan Januari 2019. Ini menjadi salah satu pasar bear terburuk dalam sejarah kripto.

Secara umum, pengguna bursa kripto harus lebih berpendidikan terkait keamanan. Bursa kripto mungkin lebih sulit untuk dipastikan, jika perusahaan bursa tidak dapat memberikan kontrol penuh atas dana yang diperdagangkan, sehingga hal itu dapat mengarah ke masalah legalitas. Bursa token terdesentralisasi pertama dan terbesar pada blockchain Ethereum, Etherdelta, dihantam dengan peraturan oleh pemerintah federal AS tahun lalu.

Bursa Bithumb mengatakan kepada Korea Times bahwa meskipun ada peretasan, masa depan tampak cerah dengan mengatakan, “Dalam hal penjualan, kami melihat peningkatan 17 persen, dan kami terus meningkatkan investasi di luar negeri.”

Sumber: Cryptodaily

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here