Abed Darmawan, seorang pebisnis sukses asal Bandung mempunyai tekat untuk membawa KryptoSea ke panggung International.

Singkatnya KryptoSea adalah sebuah exchange yang didesain sedemikian rupa dengan teknologi cloud. Serta interface yang memudahkan para trader melakukan transaksi crypto currency.

Kryptosea dimulai dengan adanya sebuah problem, yakni masih kurangnya jumlah exchange yang ada dan begitu banyak pemain yang berkecimpung dalam crypto di pasar Asia Tengara. Seperti yang diketahui pasar di negara Asia Tengara cukup besar terutama negara Indonesia. Ketika ditanya alasan kenapa untuk membuat sebuah exchange, Abed menilai perlunya sebuah exchange yang dapat memberikan value lebih untuk penguna. KryptoSea meyakinkan tidak hanya membuat sebuah crypto exchange yang aman dan stabil dan interface yang sangat bagus. Tetapi mereka juga akan memberikan harga penarikan yang sangat kecil.

Tidak sedikit bisnis yang ditekunin pemuda ini dimulai dari bisnis multi restoran nya, juga bisnis warnet. Perusahaan IT terakhir yang dibesut nya diakuisisi oleh Salim Group. Abed juga tidak sendirian, KryptoSea juga didukung oleh team yang solid serta anggota yang sangat berpengalaman dalam sebuah ICO. Banyak dari angota team tersebut adalah Veteran ICO serta dibeking oleh beberapa group konglomerat. Salah satu nya sebut saja Kiwi Aliwarga dari Myanmar yang merupakan top 50 terkaya di negara Myanmar mempunyai bisnis media, distribusi, food, healthcare, dan infrastructure. Untuk relasi ke whale – whale ditangani oleh Toto Kurnia.  Toto Kurnia merupakan raja textile, yang mempekerjakan ribuan karyawan. Untuk masalah teknis dan blockchain nya ditangani oleh Ikin Wirawan. Ikin Wirawan merupakan peraih penghargaan Forbes Young Entereprenuer Award, perusahaan software house yang dibesut nya memiliki lebih dari 500 developer dan saat ini salah satu yang terdepan di Indonesia.

KryptoSea akan menjalani Pre-ICO di bulan Juni yang akan di lakukan bulan Agustus mendatang. Redaksi menilai white-paper dari KryptoSea cukup menarik. Tidak hanya crypto exchange yang akan dilahirkan dari ICO tersebut. Seperti di whitepaper nya 20% dari dananya juga digunakan untuk Cloud mining yang memastikan stabil nya harga coin tersebut. Cloud mining farm akan dibangun di kota Kuching.

Dari total keuntungan 20% yang didapat, 10% akan dibakar oleh KryptoSea. Ini memastikan jumlah yang ada semakin lama semakin sedikit.

Jangan sampai ketingalan untuk ikutan ICO ini. Untuk informasi lebih lanjut bisa pelajari di website KryptoSEA

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here