Bitcoin kembali meroket 20% dalam 3 hari terakhir. Dalam tulisan analisisnya yang diterima CoinDaily, CEO Indodax Oscar Darmawan menyatakan, “Selama 3 bulan terakhir terjadi fase akumulasi beli dimana para buyer percaya akan terjadi momen lonjakan harga. Pada akhirnya kenaikan harga inilah yang mendorong semakin besarnya tingkat pembelian, karena efek FOMO (Fear of Missing Out) pada perdagangan aset digital.”

Fenomena seperti ini menandakan bahwa sebenarnya industri kripto sedang sangat positif. Ini juga didukung oleh aturan internasional di berbagai negara yang mengangkat perkembangan aset digital. Bahkan di Indonesia sudah memiliki dasar peraturan dari Kementerian Perdagangan No. 99 Tahun 2018 yang menyatakan bahwa aset digital diakui sebagai komoditas, sehingga ikut mendorong banyak Millenials melirik Bitcoin sebagai salah satu aset berharga untuk dimiliki.

Millenials dikenal sebagai generasi yang ingin sesuatunya serba cepat dan modern, termasuk dalam pemilihan akses keuangan. Tren membeli aset digital telah menjadi gaya hidup sebab nilai aset akan lebih cepat kembali dibanding aset konvensional lainnya dan cukup memenuhi aspirasi keuangan Millenials. Beberapa tokoh milenial seperti Jack Dorsey, CEO Twitter, mengalokasikan $10.000 per minggu untuk membeli Bitcoin karena merasa Bitcoin sebagai aset digital terpercaya. Pandangan yang sama juga dimiliki oleh Eugene Kaspresky, CEO Karspersky Lab, yang berpendapat bahwa aset kripto adalah penemuan terbaik dan menjanjikan.

Selain Bitcoin, hal yang sama juga terlihat dari TRON, Monero, dan Litecoin yang naik lebih dari 10% dalam 24 jam terakhir. Indodax sebagai salah satu marketplace aset digital terbesar dan teraman menjadi pilihan dari masyarakat Indonesia untuk mendapatkan aset digital pertamanya. Indodax juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kepemilikan aset digital sebagai alternatif aset yang wajib dimiliki masyarakat Indonesia. “Bila asset konvensional fisik lain seperti properti bisa mengalami kerusakan. Aset digital dengan terknologi Blockchain yang memiliki teknik penyimpanan data yang terdesentralisasi, mengeliminasi kemungkinan aset hancur akibat kerusakan fisik dan mustahil dipalsukan sebab sistem pencatatan di Blockchain membuat hanya aset digital original saja yang bisa ditransaksikan.” Tambah Oscar Darmawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here