Dilansir dari NewsBTC, harga Ether, cryptocurrency asli Ethereum, turun 15 persen dalam 24 jam terakhir pada 11 Agustus 2018 menjadi US$ 305, sebagaimana harga cryptocurrency utama lainnya, misal EOS yang turun 13 persen.

Harga token mengikuti pergerakan harga Ethereum. EOS, Ripple, dan cryptocurrency lainnya mencatat 10 hingga 20 persen penurunan terhadap dolar AS. Namun, sebagian besar token menunjukkan gerakan intensif pada sisi negatifnya, dengan penurunan yang lebih tajam.

Sebagian besar investor dan analis berusaha memberikan alasan spesifik untuk mendukung penurunan tiba-tiba harga cryptocurrency utama pada 11 Agustus. Beberapa pihak menunjuk ke arah dana bursa-perdagangan Bitcoin atau ETF (Exchange-Traded Fund), tetapi mengingat perkembangan positif dan berita di sektor cryptocurrency nyaris tidak memengaruhi pasar bursa mata uang kripto maka sangat tidak mungkin berita terkait ETF Bitcoin menyebabkan pasar jatuh.

Sejak Februari 2018, Bitcoin telah menunjukkan pola yang aneh tetapi jelas. Bitcoin akan jatuh ke US$ 6,000, memulai reli korektif, menguji level resisten US$ 10.000, dan turun kembali ke US$ 6,000. Dalam enam bulan terakhir, Bitcoin telah mengulangi proses ini tiga kali, semuanya dalam kisaran US$ 6.000 dan US$ 10.000, serta pada kejadian langka menurun di bawah US$ 6.000 dan menembus di atas $ 10.000.

Sangat mungkin, sesuai dengan temuan Tabb Group, pasar yang jauh lebih besar daripada pasar mata uang kripto global secara terus menerus memberi dampak pada pergerakan jangka menengah BTC, khususnya dalam kisaran US$ 6.000 hingga US$ 10.000.

Para peneliti di Tabb Group memperkirakan pasar “bukan bursa” cryptocurrency atau OTC (over-the-counter) bernilai dua hingga tiga kali lipat lebih besar daripada pasar bursa cryptocurrency. Itu dapat dimengerti mengingat investor skala besar tidak berdagang aset digital di pasar bursa karena kurangnya likuiditas.

Aspek lain yang menarik dari pergerakan harga BTC saat ini adalah perkembangan positif seperti masuknya Bursa Efek New York, Microsoft, dan Starbucks ke sektor cryptocurrency ternyata memiliki dampak minimal terhadap tren harga BTC.

Oleh karena itu masuk akal bila peristiwa masa lalu seperti penolakan ETF Bitcoin Winklevoss dan penundaan ETF Bitcoin VanEck benar-benar tidak berdampak pada harga BTC, tetapi investor melakukan “pembenaran yang dipaksakan pada pasar” untuk menghasilkan kejelasan bahwa pasar cryptocurrency itu buram, volatil, dan tidak stabil.

Pada tahun lalu, Bitcoin dan Ether cenderung naik dan turun dengan cara yang sama, sementara Ripple, EOS, dan token lain mengalami gerakan serupa. Namun, sejak awal Agustus 2018 setiap cryptocurrency selain Bitcoin mengalami gerakan intensif pada sisi negatifnya, karena tren penurunan yang terlalu kuat di pasar.

Sumber: newsbtc.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here