Dilansir dari CCN, dalam 4 jam US$ 9 miliar hilang dari pasar kripto karena Ethereum (ETH) dan Bitcoin Cash (BCH) mencatat penurunan sekitar 15 persen terhadap dolar AS. Harga Bitcoin (BTC) juga turun menjadi US$ 3.750, kembali ke level minggu lalu, menyusul reli korektif yang menjanjikan pada 6 Januari ketika BTC naik dari US$ 3.753 menjadi US$ 4.090.

Sepanjang dua minggu terakhir, harga Ethereum naik hampir dua kali lipat dari US$ 85 menjadi US$ 160. Kenaikan itu sebagai antisipasi hard fork Constantinople yang dijadwalkan akan dieksekusi antara 14 hingga 18 Januari 2019.

Volume Ethereum naik ketika aktivitas perdagangan cryptocurrency kedua terbesar di pasar global itu melonjak pada bursa aset digital utama. Namun, keuntungan jangka pendek yang besar membuat aset digital itu rentan terhadap koreksi jangka pendek yang besar. Dalam beberapa jam terakhir, harga ETH turun 14,9 persen dari US$ 154 menjadi US$ 131. Ini menjadi salah satu penurunan dalam sehari yang terbesar selama 12 bulan terakhir.

Ketika tekanan jual pada pasar mata uang kripto meningkat dan pedagang yang percaya harga akan turun (bears) memulai aksi jual aset digital, mata uang kripto yang menunjukkan penguatan sepanjang Desember 2018 dan Januari 2019 — seperti Ethereum, Bitcoin Cash, dan Litecoin — terlihat mengalami kerugian terbesar pada hari itu.

Pada Senin 7 Januari 2019 pagi, pedagang dengan sebutan The Crypto Dog memprediksi indikator teknis ETH menunjukkan pergerakan ke bawah jangka pendek. Pada akhir Desember 2018, Mark Dow, pedagang yang pernah menjual Bitcoin (BTC) dari harga tertinggi US$ 19.500 hingga terendah di US$ 3.500, mengatakan bahwa jika Bitcoin gagal pulih di atas US$ 6.000 dalam jangka pendek maka pasar kripto sedang dalam kesulitan.

Sumber: ccn.com 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here