Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat SEC (Securities and Exchange Commission) telah mengkalisifikasikan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) bukan sekuritas (surat berharga semacam saham) dan tidak akan diatur sebagai sekuritas. Namun, klasifikasi Ripple (XRP) masih diperdebatkan termasuk sekuritas atau bukan.

Beberapa pihak percaya keputusan Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan Amerika Serikat FinCEN (Financial Crime Enforcement Network) pada tahun 2015 yang menetapkan definisi koin asli dari jaringan Ripple (XRP) bagi pemerintah federal AS tidak dapat dibatalkan oleh SEC. Seperti yang dituliskan pengguna Twitter, Richard Holland (@codetsunami), “FinCEN sudah menandatangani perjanjian dengan Ripple Inc. yang mengizinkan Ripple melanjutkan penjualan XRP. Jika kemudian XRP dinyatakan sebagai sekuritas tidak berlisensi maka FinCEN harus menjelaskan mengapa menandatangani perjanjian yang mengizinkan penjualan sekuritas yang tidak berlisensi.”

Dalam pengadilan sipil pertama terhadap bursa mata uang virtual pada 2015 oleh FinCEN, Ripple Labs dituduh melanggar Undang-Undang Rahasia Bank karena menjalankan bisnis jasa keuangan dan menjual XRP tanpa mendaftar ke FinCEN. Ripple juga dinilai gagal menerapkan dan memelihara program anti pencucian uang AML (Anti Money Laundering) yang memadai. Salah satu penyelesaian hukum yang disepakati, Ripple didenda US$ 450.000 (sekitar Rp 6 miliar).

Ripple Labs juga diminta melakukan penyempurnaan Ripple Protocol untuk memantau transaksi di masa mendatang. Jaksa Melinda Haag berharap keputusan itu dapat menjadi “standar industri” mata uang digital.

Melalui akun Twitternya, Holland memberikan pengantar dan latar belakang keputusan FinCEN yang menurutnya paling penting, “Keputusan pengadilan itu fakta yang disetujui FinCEN bahwa XRP adalah mata uang dan oleh karena itu bukan sekurittas. Perdebatan selesai.”

Meskipun bukan ahli hukum Amerika Serikat dan relatif tidak dikenal di dunia Twitter, Holland adalah wirausahawan dan pencipta wallet (dompet digital) open source XRP. “FinCEN telah mengikat pemerintah Amerika Serikat bahwa XRP adalah mata uang digital sesuai dengan fakta yang disepakati dalam keputusan pengadilan. Sesuatu tidak bisa menjadi mata uang dan sekuritas sekaligus,” ungkap Holland.

Tidak semua orang dalam komunitas cryptocurrency setuju bahwa FinCEN telah menetapkan standar untuk XRP, tetapi argumennya tentu saja memicu perdebatan. Dan tidak ada yang dapat menyangkal bahwa preseden merupakan faktor penting dalam hukum dan peraturan.

Para pendukung Ripple berpendapat bahwa XRP tidak memenuhi definisi sekuritas. Ripple Labs telah bekerja keras untuk menggambarkan XRP sebagai mata uang digital, bukan sebagai sekuritas. CEO Ripple Brad Garlinghouse baru-baru ini mengatakan kepada CNBC, “XRP sekuritas atau bukan tidak akan didikte oleh satu tuntutan hukum. SEC adalah penguasa dalam hal ini. Saya pikir sangat jelas bahwa XRP bukan sekuritas. XRP independen dari perusahaan Ripple. Jika perusahaan Ripple ditutup besok, XRP akan terus ada.”

Kepala strategi pasar Ripple Cory Johnson menyatakan bahwa Ripple benar-benar “bukan sekuritas” dan Ripple tidak memenuhi standar sekuritas didasarkan pada sejarah hukum pengadilan.

Sumber: bitcoinist.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here