Dilansir dari Forbes, harga bitcoin jatuh bebas kemarin (5/9/2018), meskipun ada berita baik adopsi bitcoin pada jaringan Lightning (protokol pembayaran lapisan kedua pada bockchain bitcoin, red), menjelang keputusan Komisi Sekuritas dan Bursa AS, SEC (Security and Exchange Commission), yang akan diumumkan akhir bulan ini.

Keputusan SEC itu tentang apakah akan memberikan persetujuan bitcoin ETF (exchange-traded fund) – sesuatu yang sebelumnya ditolak oleh SEC karena kekhawatiran tentang perubahan harga yang liar dan manipulasi harga bitcoin.

Menurut data CoinDesk yang dikutip Forbes kemarin, harga bitcoin turun sekitar US$ 500 atau 5% hanya dalam hitungan menit, dan menahan harga bitcoin di bawah angka psikologis US$ 7.000.

Penurunan tajam harga bitcoin terjadi setelah laporan yang belum dikonfirmasi dari BI (Business Insider) bahwa bank investasi AS Goldman Sachs membatalkan rencana “membuka meja” untuk perdagangan cryptocurrency dengan alasan lanskap peraturan yang suram.

Untuk menanggapi berita tersebut, Goldman Sachs merilis, “Kami belum mencapai kesimpulan tentang ruang lingkup penawaran aset digital kami.”

Regulator di seluruh dunia telah bergulat dengan bagaimana cara mengatur koin kripto seperti bitcoin, initial coin offerings (ICOs), dan bursa kripto dengan benar. Tahun lalu SEC memperingatkan bahwa beberapa koin yang dikeluarkan di ICO dapat dinilai sebagai sekuritas, yang berarti perdagangan mereka harus mematuhi hukum sekuritas AS.

Langkah Goldman Sachs datang setelah harga bitcoin dan token cryptocurrency lainnya telah didukung dengan baik oleh berita tahun ini bahwa uang institusi (perusahaan) akan masuk ke kripto. Sekarang banyak pihak bertanya-tanya apakah uang itu benar-benar dalam perjalanannya.

Awal tahun ini CEO baru Goldman Sachs David Solomon mengisyaratkan bank tersebut sedang dalam upaya menambahkan layanan bitcoin dan cryptocurrency untuk portofolionya. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Solomon mengatakan bank harus mengembangkan bisnisnya dan beradaptasi dengan lingkungan.

Bitcoin bulls sedang mencoba bertahan sampai awal November, ketika Intercontinental Exchange (ICE), perusahaan induk New York Stock Exchange, berencana menggulirkan bitcoin ETF sebagai bagian dari platform cryptocurrency Bakkt dan kemitraannya dengan coffee chain Starbucks, Microsoft, dan Boston Consulting Group.

Bitcoin naik mendekati US$ 20.000 akhir tahun lalu, tetapi laku terjual habis sepanjang tahun 2018 ini, yang membuat jatuh ke posisi terendah sekitar US$ 5.800 dan memicu penjualan besar-besaran pada pasar kripto yang lebih luas.

Cryptocurrency utama lainnya seperti ether, ripple, bitcoin cash, dan EOS juga terpukul keras pagi kemarin, sehingga semuanya jatuh paling tidak 10%.

Sumber: forbes.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here