Dilansir dari CoinDesk, Guo Hongcai — penjual daging sapi dan salah satu dari sekian banyak miliuner baru Cina — menyalurkan sebagian kekayaannya dengan membeli real estate di luar negeri. Hongcai termasuk orang yang awal menggunakan bitcoin dari provinsi Shanxi Cina.

Pada bulan April 2018 Hongcai menjual 500 bitcoin di Amerika Serikat, kemudian menggunakan uang dolarnya untuk membeli rumah mewah seluas satu hektar di Los Gatos, yang berjarak 90 menit berkendara dari San Francisco California. Rolls-Royce miliknya juga dibeli dari hasil menjual bitcoin.

“Sangat normal menjual bitcoin di AS. Setelah menjual bitcoin, Anda dapat membeli apa pun yang Anda inginkan,” kata Hongcai kepada CoinDesk.

Hongcai menyebut tempat tinggal keduanya itu sebagai “Mansion of Chives” karena sayuran juga merupakan bahasa gaul Cina untuk menyebut investor kripto yang terbukti rentan terhadap penjualan besar-besaran.

Di saat regulator Cina menekan bisnis kripto di dalam negeri, para miliuner kripto beralih ke pasar real estate luar negeri untuk mendiversifikasi kekayaannya. Beberapa orang membeli properti secara langsung dengan uang kripto, dan beberapa lainnya seperti Hongcai menggunakan bitcoin untuk mendapatkan mata uang asing tanpa melalui bank.

Pendiri salah satu startup real estat kripto AS, yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengatakan kepada CoinDesk bahwa sekitar sepertiga dari calon pengguna real estate-nya berasal dari Asia, termasuk investor Cina yang mencari hak atas kekayaan tokenisasi melalui pialang sekuritas Hong Kong.

Menurut South China Morning Post, real estate yang dibeli di Hong Kong tidak memerlukan pajak dan dokumentasi yang sama dengan aset keuangan lain yang dimiliki di luar negeri. Investasi Cina dalam real estate asing, seringkali melalui pialang Hong Kong, meningkat selama beberapa tahun terakhir ini.

“Permintaan yang kami dapatkan dari mereka mulai harga US$ 50.000 – US$ 100.000 hingga yang terbaru US$ 3 sampai US$ 4 juta untuk area Silicon Valley,” kata Natalia Karayaneva, CEO Propy, real estate marketplace berbasis kripto lainnya.

Karayaneva menambahkan, “Kami melihat semakin banyak orang membeli properti dengan mata uang kripto, karena lebih mudah membawa uang mereka keluar dari negaranya menggunakan bitcoin daripada membuka rekening bank di Hong Kong dan mendapatkan uang untuk dibawa keluar dari Hong Kong menggunakan jalur bisnis.”

Sumber: coindesk.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here