Dilansir dari CCN, selama 24 jam terakhir (18-19 November 2018) pasar cryptocurrency kehilangan US$ 14 miliar karena Bitcoin (BTC) mengalami penurunan harga hingga lima persen menjadi US$5.304 di bursa Bitfinex pada 19/11/2018 pukul 09.48 UTC.

BTC merupakan mata uang kripto yang paling dominan di pasar berdasarkan harga, kapitalisasi pasar, dan volume perdagangan. BTC menunjukkan kerugian terkecil dari semua cryptocurrency utama. Bitcoin Cash (BCH), Ethereum (ETH), Ripple (XRP), Stellar (XLM), Litecoin (LTC), EOS, dan banyak cryptocurrency lainnya mencatat kerugian dalam kisaran 7 hingga 15 persen.

Harga BTC dikutip dari TradingView.com melalui Ccn.com

Harga BTC dipertahankan dengan baik selama lebih dari enam bulan lalu di level US$ 6.000-an. Setiap kali BTC turun ke kisaran US$ 5.800 hingga $ 6.200, BTC rebound kembali ke area pertengahan US$ 6.000-an.

Minggu ini, seperti dilaporkan CCN, BTC memiliki dua kemungkinan skenario. Pertama, BTC mempertahankan level resistensi US$ 6.000 dengan mengubahnya menjadi level dukungan dengan momentum jangka pendek yang kuat. Kemungkinan kedua BTC jatuh ke area bawah US$ 5.000-an.

Menurut laporan CCN itu, berdasarkan kondisi pasar saat ini, lonjakan signifikan harga cryptocurrency utama sangat tidak mungkin. Tapi, kenaikan harga secara bertahap karena antisipasi terhadap Bakkt hingga awal Desember tetap kemungkinan, terutama jika Bakkt mendapatkan traksi dari kalangan investor di pasar AS yang diregulasi.

BTC berada dalam posisi yang sulit dalam jangka pendek menembus ke atas US$ 6.000, mengingat volume perdagangan rendah dan intensitas pasar crypto yang hancur pada 14-15 November 2018.

Hsaka, seorang pedagang mata uang kripto dan analis teknis, menyatakan bahwa di masa yang akan datang kemungkinan besar terjadi pengujian ulang pada US$ 5.600, dengan harapan terjadi pemulihan pada angka rendah US$ 6.300.

Karena BTC turun secara substansial terhadap dolar AS, cryptocurrency utama lainnya berjuang untuk mempertahankan momentum. Bahkan Ripple, yang mengalami kenaikan 8 persen terhadap dolar AS kemarin (18 November 2018), hari ini juga turun sekitar 7 persen, sehingga menghapus keuntungan kemarin.

Saham perusahaan besar di bidang teknologi seperti Nvidia terlihat mengalami penurunan dalam kisaran 10 hingga 30 persen, karena pasar AS mulai menunjukkan kurangnya momentum.

CNBC melaporkan 25 persen investor kaya di pasar saham percaya bahwa tren penurunan pasar di AS akan berakhir. Penurunan nilai ekuitas, saham, dan jenis investasi tradisional lainnya telah memicu penurunan cryptocurrency. Di mata investor sektor keuangan, pasar kripto tetap dinilai sebagai perdagangan risiko tinggi, pengembalian tinggi (high-risk, high-return).

Sumber: ccn.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here