Mata uang kripto Petro yang dirilis pemerintah Venezuela secara resmi telah diluncurkan. Penjualan ke publik cryptocurrency yang didukung negara itu akan dimulai awal bulan depan.

Dilansir dari CCN, dalam pidato yang disiarkan televisi pada 1 Oktober, Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mengumumkan bahwa penjualan publik Petro akan dimulai pada 5 November 2018. Meskipun ia tidak mencantumkan nama, Maduro juga mengindikasikan bahwa mata uang kripto yang didukung negara itu saat ini tersedia di enam bursa internasional. Selain itu, Petro dapat diperoleh dengan menggunakan aset digital yang telah ada serta mata uang fiat populer.

Jika Anda memiliki bitcoin, Anda dapat membeli Petro, jika Anda memiliki Ethereum, Anda dapat membeli Petro, jika Anda memiliki dolar atau euro Anda dapat membeli Petro. Dan mulai 5 November, Petro… akan dijual ke publik Venezuela dengan mata uang Bolivar,” kata Maduro.

Dompet kripto Petro juga telah tersedia untuk perangkat Android. Belum ada tanda kapan versi untuk iPhone atau iPad akan dirilis. Whitepaper baru untuk kripto Petro juga telah diterbitkan dan saat ini berada di situs web khusus yang didirikan oleh pemerintah Venezuela.

Meskipun sebelumnya dinyatakan bahwa Petro didukung oleh sumber daya minyak yang sangat besar di negara Amerika Selatan itu, whitepaper menyatakan bahwa sumber daya alam lainnya seperti aluminium, berlian, emas, dan besi juga mendukung cryptocurrency dalam berbagai proporsi.

Selain mengumumkan bahwa Venezuela sekarang dapat menggunakan Petro untuk membayar barang dan jasa seperti akomodasi, tiket pesawat, dan real estate, Maduro juga menyatakan melalui siaran TV bahwa semua minyak Venezuela akan dijual dalam mata uang yang didukung negara. Hal ini akan memberikan jalan bagi negara Venezuela — yang terkena sanksi — menghindari pembatasan dan mungkin mengizinkan negara-negara asing lainnya, organisasi, dan individu bertransaksi dengan Venezuela tanpa takut akan pembalasan terkait sanksi.

Menurut Menteri Pertanian Venezuela, Wilmar Castro Soteldo, Petro adalah alat untuk merebut kembali kedaulatan negara sosialis itu.

“[Petro] adalah kesempatan bagi semua operator global cryptocurrency dan aset kripto melakukan transaksi di negara ini tanpa takut akan persekusi, karena saya percaya itu adalah instrumen penting pembebasan,” kata Soteldo.

Peluncuran resmi Petro terjadi pada saat krisis ekonomi di Venezuela memburuk meski pemerintah mendevaluasi mata uang fiat negara itu, Bolivar, dalam upaya untuk mengatasi inflasi. Hal ini telah menyebabkan warga beralih ke mata uang kripto seperti bitcoin dengan hasil bahwa volume perdagangan pasangan Bitcoin/Bolivar berhasil mencapai rekor tertinggi, seperti yang dilaporkan oleh CCN baru-baru ini.

Sumber: ccn.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here