Dilansir dari CurrencyTimes, spammer berpotensi mengeksploitasi tool yang dimaksudkan untuk mengunggah file ke blockchain XRP. Hal ini akan menghasilkan biaya transaksi yang lebih tinggi dan menyebabkan jaringan membengkak. Perbaikan sedang dalam pengembangan.

Blockchain XRP berpotensi terhambat oleh spam jika eksploitasi ini tidak ditutup (unpatched). Pada dasarnya, tool yang disebut Indlmm itu dibuat untuk mengunggah file ke jaringan XRP. Tagline-nya bertuliskan “Penyimpanan yang tidak bisa dihancurkan, abadi, dan tak terhingga.” Namun, tampaknya niat baik pengembang telah dibajak oleh sekelompok spammer. Dengan perangkat lunak tersebut, penyerang dapat mengirim file spam untuk memperlambat jaringan, yang berpotensi meningkatkan biaya transaksi.

Wietse Wind, pencipta tip bot XRP yang populer, mengatakan, “Saya khawatir. Saya mengoperasikan full history node pada XRP ledger.” Banyak pengembang lain menyuarakan keprihatinan serupa.

Masalahnya adalah bahwa blockchain XRP tidak dapat menyimpan jumlah data yang tidak terbatas. Bahkan, semakin besar blockchain yang didapat, semakin sulit bagi orang untuk mengunduh riwayat jaringan lengkap di komputer mereka. Sebagai perbandingan, sampai sekarang, ukuran data seluruh jaringan Bitcoin adalah 226GB. Spammer potensial di XRP dapat menggunakan Indlmm untuk mengunggah file besar, sehingga membuat jaringan sangat mahal untuk dijalankan. Untungnya, serangan semacam itu akan membutuhkan biaya yang cukup mahal, tetapi masih merupakan risiko yang dianggap serius oleh pengembang.

Serangan semacam itu sedang dibahas secara aktif pada kelompok Discord yang sebagian besar terdiri dari pengguna 4chan. Namun, kelompok itu gagal mengoordinasikan diri mereka sendiri dan rencana itu gagal. Namun, masalah lain tetap ada, masalah yang dikhawatirkan Wind, yaitu potensi gambar ilegal dan foto pelecehan anak diunggah ke blockchain XRP. Dengan Indlmm, hal tersebut dimungkinkan, dan harus dicatat bahwa gambar-gambar tersebut sudah disimpan secara tidak sengaja di blockchain Bitcoin. Pengembangnya mengatakan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan tentang itu. Situasi ini tidak berbeda dengan spam terbaru di blockchain Ethereum.

Diskusi saat ini sedang berlangsung untuk mengatasi masalah potensial ini. Beberapa pengguna mengusulkan biaya yang mereka keluarkan harus dibebankan lebih lanjut sebagai perlindungan atas sistem blockchain tersebut. Pengguna yang lain menyarankan proposal ini harus dihapus seluruhnya. Bagaimanapun, sepertinya XRP tidak terancam saat ini. CTO Ripple David Schwartz mengatakan bahwa risikonya bukan pada serangan jangka pendek, tetapi risiko jika serangan dapat secara berangsur-angsur meningkatkan biaya untuk menjalankan server dan menyimpan history dalam jangka waktu yang lama.

Sumber: CurrencyTimes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here