Dilansir dari Newsbtc, Coinbase baru-baru ini memasukkan XRP pada platform-nya. Bagi Ripple, ini merupakan langkah progresif menuju standar untuk transfer uang internasional. Proyek yang memiliki jaringan global lebih dari 200 bank dan penyedia pembayaran ini layak mendapatkan nilai untuk memimpin industri, sejauh menyangkut kasus penggunaan praktis. Memang, suka atau tidak terhadap XRP, kemampuan XRP untuk menyelesaikan transaksi tidak dapat disangkal.

Pada hari Senin 25 Februari, berita menyebar dengan cepat tentang terdaftarnya XRP di Coinbase. Harga XRP/BTC naik pada US$ 0,000087915, atau menguat 10%, tetapi pergerakan ini perlu segera ditelusuri kembali.

Ada upaya berkelanjutan Ripple untuk memisahkan diri dari aset digital XRP. Ada banyak spekulasi mengenai hal ini. Beberapa pihak melihat ini sebagai taktik untuk menghindari klaim XRP sebagai sekuritas. Dalam berbagai hal, tampaknya XRP bukan token sekuritas. Akan tetapi, SEC belum memberikan keputusan resminya tentang masalah ini dan mempertimbangkan konsekuensinya di seluruh industri. Penundaan SEC tersebut agak dimaafkan. Oleh karena itu, tidak masuk akal untuk mengharapkan perubahan harga yang signifikan ketika XRP terjebak dalam regulasi.

Pada masalah terkait, Ripple saat ini dihadapkan dengan serangkaian tuntutan legalitas. Semua tuduhan didasarkan pada pelanggaran hukum Negara dan Federal dengan gagal mendaftarkan XRP ke SEC. Saat ini, ada posisi yang sedang berlangsung atas yurisdiksi pengadilan, dan sebuah kasus belum disidangkan. Jake Chervinsky, Pengacara di Kobre & Kim LLP, menuliskan situasi terbaru dari kasus tersebut di twitter-nya. Tuntutan hukum menempatkan XRP dalam keadaan ketidakpastian lebih lanjut, yang bisa terus mempengaruhi harga dan kepercayaan investor terhadap XRP. Sementara itu, beberapa pihak percaya tindakan legalitas ini tidak masalah, hanya gejala budaya litigasi.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya di Coindaily, JP Morgan akan merilis mata uang kripto miliknya sendiri untuk menyaingi XRP. JPM Coin akan memposisikan dirinya sebagai koin stabil yang dipatok ke dolar AS. Uji coba diharapkan akan diluncurkan akhir tahun ini. Meskipun masih tidak pasti apakah ini harus ditafsirkan sebagai bank besar AS yang mendukung mata uang kripto, atau hanya tindakan FOMO. Ada sedikit keraguan atas kredibilitas JP Morgan dan potensi untuk mengubah industri blockchain. Hal ini menghadirkan ancaman nyata bagi Ripple dan XRP.

Hingga musim gugur tahun lalu, pengguna Coinbase hanya dapat berdagang Bitcoin, Bitcoin Cash, Ethereum, dan Litecoin. Hal ini membuat platform tersebut memiliki reputasi yang bijaksana tetapi masih sangat dihargai karena antarmuka pengguna yang ramah dan perlindungan ganti rugi. Saat ini Coinbase telah mendukung 18 mata uang kripto, dengan rencana untuk menambahkan lebih banyak lagi.

Terdaftarnya mata uang kripto di listing Coinbase dapat memberikan dampak kepada harga mata uang kripto tersebut. Seperti pada Mei 2017, Coinbase menambahkan Litecoin, kemudian harga Litecoin melonjak hingga 40% terhadap BTC. Akan tetapi, zaman telah berubah, dan pasar telah matang. Pengguna sekarang mengharapkan lebih banyak pilihan. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, hanya memiliki empat mata uang kripto yang tersedia tidak cukup baik bagi Coinbase. Dengan penambahan mata uang kripto XRP baru-baru ini ke platform mereka, sepertinya Coinbase akhirnya mengakui hal ini.

Sumber: Newsbtc

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here