Dilansir dari Coinspeaker, dalam Konferensi Sektor Keuangan pekan lalu Saudi British Bank (SABB) meluncurkan Layanan Pembayaran Lintas Negara Instan yang didukung teknologi blockchain Ripple (XRP). Pengumuman ini datang di tengah-tengah rencana bank itu melakukan perubahan strategis menuju transformasi digital dan memperkaya pengalaman pelanggan.

SABB adalah raksasa perbankan bernilai miliaran dolar yang saat ini mengendalikan aset senilai US$ 50 miliar. SABB bergabung dengan jaringan blockchain Ripple pada Januari 2018 di bawah dukungan Otoritas Moneter Arab Saudi (SAMA). Pada Desember 2018 SABB memroses pembayaran pertama kalinya di Rupee India (INR) menggunakan teknologi blockchain Ripple.

Majed Najm, Wakil Direktur Pelaksana Perbankan Korporat dan Institusional SABB, menyebutnya sebagai langkah penting yang diprakarsai oleh SABB dalam meningkatkan layanan perbankannya. Najim mencatat bahwa dengan menggunakan teknologi terbaru dan produk global yang tersedia, SABB berencana membangun sistem yang membantu menghemat waktu dan tenaga pelanggannya.

Munculnya teknologi blockchain mengubah dinamika perbankan global. Dengan mengendarai gelombang blockchain, Ripple perlahan-lahan muncul sebagai pesaing utama bagi penyedia transaksi lintas negara konvensional, Swift. Namun, untuk mampu mengungguli Swift, Ripple harus membawa mitra perbankan sebanyak Swift ke platformnya. Untuk ini, Ripple perlu meningkatkan likuiditas XRP dan meningkatkan kegunaan jaringan blockchain Ripple.

CEO Ripple Brad Garlinghouse cukup percaya diri dan konsisten dalam visinya untuk menjadikan Ripple pemain dominan dalam menyediakan infrastruktur perbankan. Dalam wawancara dengan Bloomberg pada November 2018, Garlinghouse berkata, “Teknologi yang digunakan bank saat ini yang dikembangkan Swift beberapa dekade lalu benar-benar belum berkembang atau belum mengikuti perkembangan pasar. Swift menyatakan belum lama ini bahwa mereka tidak melihat blockchain sebagai solusi bagi perbankan mitranya. Kami memiliki akses ke lebih dari 100 pelanggan mereka yang mengatakan mereka tidak setuju. Apa yang kami lakukan dan eksekusi setiap hari adalah untuk mengambil alih Swift.”

Meskipun Ripple berencana tampil sebagai pemimpin dalam sistem pembayaran perbankan berbasis blockchain, jalan di depan tidaklah mudah. Ini karena raksasa perbankan Wall Street JPMorgan sudah mengerjakan rencana blockchain-nya.

Pekan lalu CoinSpeaker melaporkan bahwa JPMorgan kini memiliki lebih dari 200 bank yang mendaftar ke jaringan blockchain-nya. Jaringan Informasi antar Bank JPMorgan IIN adalah varian permissioned blockchain dari Ethereum. Beberapa lembaga perbankan terkemuka dunia seperti Royal Bank of Canada, Bank ICICI India, Bank of Sharjah, National Australia Bank Limited, dan banyak lagi terlihat telah mendaftar ke jaringan IIN.

Sumber: Coinspeaker

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here