Dilansir dari CCN, si kembar miliuner investor kripto, Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss, tidak terlalu khawatir terhadap proyek mata uang kripto Facebook yang akan menjadi “pembunuh bitcoin.” Bahkan, mereka berpendapat bahwa hal tersebut akan memiliki dampak yang lebih besar pada dunia daripada yang pernah terjadi di Facebook.

Si kembar yang merupakan teman sekelas Mark Zuckerberg di Harvard itu pertama kali muncul di publik setelah mereka mempublikasikan perdebatan hukum mereka dengan Mark Zuckerberg. Mereka menuduh Mark mencuri ide mereka untuk jejaring social yang akhirnya menjadi Facebook. Argumen itu akhirnya diselesaikan dengan si kembar menerima US$ 20 juta dalam bentuk tunai dan US$ 45 juta dalam bentuk saham di Facebook. Si Kembar menggunakan uang tersebut untuk berinvestasi dalam bitcoin ketika harganya antara US$ 8 dan US$ 120 per koin. Pada harga bitcoin hari ini, invetasi itu memberi mereka nilai bersih sekitar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun.

Mereka menggunakan sebagian dari uang tersebut untuk membangun bursa mata uang kripto Gemini pada tahun 2015 dan meluncurkan stablecoin yang dipatok dengan dolar (GUSD) pada September 2018. Gemini memiliki kapitalisasi pasar saat ini lebih dari US$ 65 juta. Bursa kripto AS tersebut saat ini mempekerjakan lebih dari 200 orang. Si kembar bertaruh pada masa depan yang makmur untuk aset digital, seperti bitcoin, terlepas dari apa yang dikatakan para kritikus. Si kembar memperkirakan pada akhirnya kripto seperti bitcoin akan tumbuh lebih besar dari perusahaan besar saat ini seperti Facebook.

Akan tetapi, mereka mengatakan Zuckerberg sangat menyadari potensi teknologi mata uang kripto dan blockchain. Itu salah satu alasan utama perusahaan Facebook bekerja pada mata uang kripto Facebook yang banyak dikabarkan dan akan digunakan untuk menyelesaikan pembayaran pengiriman uang global. Cameron berkomentar bahwa digitalisasi pasar memungkinkan mata uang kripto berjalan lebih jauh di atas dan di luar pentingnya layanan inti Facebook.

Sumber: CCN