Dilansir dari BreakerMag, pada Kamis (20/9/2018) startup pembayaran berbasis kripto TenX merilis “Laporan Transparansi” kuartal ke-2 tentang keadaan keuangannya. Laporan tersebut menangkap tiga fakta sangat penting tentang startup kripto yang didanai ICO (Initial Coin Offering).

1) Perusahaan ICO Memiliki Terlalu Banyak Uang “Sial”

Angka-angka TenX bukanlah laporan keuangan triwulanan yang kuno, tetapi itu masih merupakan sikap terpuji dibandingkan kebiasan dalam industri kripto yang sebagian besar perusahaan beroperasi tanpa akuntabilitas publik sama sekali. Betapa ironisnya kemudian, bahwa sikap terpuji itu memberikan wawasan mengerikan sebagaimana TenX yang disfungsional itu.

Perusahaan TenX menghabiskan US$ 740.000 per bulan, termasuk US$ 530.000 untuk gaji. Itu menambah pengeluaran tahunan hingga US$ 8,9 juta, menjadi tingkat pemborosan yang benar-benar gila untuk sebuah perusahaan yang tidak memiliki pendapatan dan secara efektif tidak ada produk.

Eksekutif TenX telah berulang kali mendorong kembali tanggal target untuk merilis kartu debit berbasis kripto, yang telah ditahan sejak Visa menangguhkan penerbit kartu WaveCrest pada Januari 2018. TenX memang memiliki dompet kripto mobile, tetapi TenX melaporkan tidak ada pendapatan darinya.

Larry Cermak, Kepala Analis Diar, mengatakan, “Mereka memiliki 70 orang [bekerja] selama delapan bulan, dan mereka tidak memiliki produk apa pun. Saya bahkan tidak yakin apa yang mereka lakukan. Beberapa dari mereka mungkin membuat acara atau melakukan pemasaran. Laporan transparansi menjelaskan banyak kesibukan, termasuk menyiapkan cold storage untuk aset kripto TenX dan infrastruktur layanan pelanggan untuk produk yang belum ada.”

Kabar baiknya, setidaknya bagi karyawan dan eksekutif TenX, mereka memiliki lebih dari satu dekade untuk mengatur ulang kursi dek sebelum menghadapi tekanan untuk mempelajari cara berlayar. Itu karena TenX mengumpulkan US$ 80 juta dalam ICO pada bulan Juni 2017. Jumlah itu sangat “bodoh” dibandingkan dengan kurang dari US$ 5 juta yang menjadi ciri khas pendanaan putaran pertama startup teknologi.

Tidak mungkin suatu perusahaan harus membutuhkan US$ 80 juta dolar untuk memulai bisnis ini. Ini produk yang sangat sederhana,” ujar Cermak terkait kartu debit TenX.

Dan ingat, TenX jauh dari sendirian. Ada 450 entitas meraup rata-rata US$ 30,5 juta di ICO tahun 2018 ini saja. Sebagian besar mereka didasarkan pada rencana bisnis yang kabur dan janji yang mengikat secara hukum kepada investor. Perolehan TenX US$ 80 juta terlihat sangat sederhana dibandingkan dengan US$ 4 miliar yang diperoleh EOS, proyek yang lebih ambisius tetapi sejauh ini hanya sedikit lebih substantif.

2) Investor Token “Terkutuk”

TenX mengumpulkan semua uang itu dengan menjual sesuatu yang disebut token PAY. Cemak mengatakan bahwa selama penjualan TenX berjanji menggunakan token untuk memberi investor bagian dari pendapatan yang dihasilkan oleh layanan pembayarannya (yang masih belum ada).

Tetapi perusahaan TenX berhenti berbicara tentang dividen tersebut. Menurut Cemak, itu karena takut akan peraturan SEC, dan itu berarti pemegang token bayar itu — orang-orang yang membantu TenX membangun “peti perangnya” yang bernilai US$ 80 juta untuk promosi diri tanpa batas, tanpa pendapatan, dan tanpa produk — bisa berharap mendapatkan hasil dari perusahaan tersebut.

Yang menyakitkan adalah kenyataan bahwa TenX berhasil mengubah kontribusi Juni 2017 itu menjadi tumpukan uang yang bahkan lebih BESAR. Terlepas dari semua pengeluarannya selama setahun terakhir, perusahaan melaporkan memiliki sedikit lebih dari US$ 70 juta dalam mata uang fiat di bank, dan sekitar US$ 30 juta senilai ETH dan bitcoin. Peningkatan itu mungkin karena manajer cerdik menjual ETH dari hasil ICO selama reli Desember 2017. Sementara itu, token PAY yang dibeli oleh pembeli ICO sebagai ganti ETH itu telah kehilangan sekitar 40 persen nilainya dari tanggal penjualan, dan hampir 90 persen dari harga tinggi Januari 2018.

Tidak mengherankan jika para pembeli ICO TenX tidak senang. Bahkan, menurut Cemak, kita seharusnya tidak benar-benar memuji TenX karena mengeluarkan angka-angka keuangannya. Itu dilakukan hanya karena di bawah tekanan kuat dari pembeli tokennya. Cemak berspekulasi bahwa kita bisa melihat tuntutan hukum mulai mengalir segera — terutama sekarang karena kita tahu TenX memiliki cukup uang untuk membayar kembali para investor itu, dan masih memiliki sisa beberapa juta dolar.

3) Gelombang ICO Membuat “Tidak Masuk Akal” secara Fundamental

Jika semua itu tidak cukup untuk menendang gigi investor TenX, pembatalan dividen yang direncanakan berarti token PAY tidak memiliki peran nyata dalam produk (teoritis) perusahaan itu. Itu berarti tidak mungkin mendapatkan kembali nilai apa pun melalui permintaan pasar yang sebenarnya.

Tapi itu hampir lebih buruk daripada banyak ICO yang didasarkan pada permintaan masa depan, yang disebut Utility Token. Proyek seperti DentaCoin diluncurkan ke pasar yang terlalu panas dengan sedikit lebih banyak daripada “melambaikan tangan” tentang tokeniztion (tokenisasi) dan supply chain (rantai pasokan). Hanya sedikit dari mereka yang bahkan membuat kemajuan kecil menuju adopsi nyata.

Sekarang “ombaknya” keluar, dan para investor hanya memiliki sedikit yang tersisa untuk melihat hasil taruhan mereka yang didorong oleh hype. Banyak karakter teduh — yang menjalankan ICO — cukup cerdik menghilang begitu saja. Mereka dapat melakukannya selama satu dekade lagi tanpa harus benar-benar menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, dengan asumsi para pengacara hukum tidak mengetuknya.

Sumber: breakermag.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here