Dilansir dari InsideBitcoins, Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand atau Thai SEC menyetujui platform pertama negara tersebut untuk initial coin offerings (ICO). Tujuan utama portal ICO ini adalah melakukan uji tuntas pada token crypto baru, untuk memastikan bahwa token crypto yang tercantum di portal konsisten dengan whitepaper-nya. Portal itu menyaring semua token yang terdaftar dan memverifikasi proses KYC (know-your-customer).

Laporan asli diposting oleh salah satu outlet berita utama negara itu, Bangkok Post, awal pekan ini. Sebuah pernyataan dalam laporan itu mengatakan, “Portal ICO membantu menyaring ICO, melakukan uji tuntas, membuktikan kode sumber smart contract, dan memverifikasi proses know-your-customer.”

Meskipun sumber itu dapat diandalkan menjadi sumber berita ini, situs web resmi organisasi pengatur keuangan negara Thailand tidak menunjukkan penerbit ICO atau portal ICO mana pun yang disetujui. Rupanya, platform tersebut telah disetujui oleh Thai SEC, tetapi perlu disetujui oleh badan pengatur pemerintah lainnya juga. Direktur Divisi Teknologi Keuangan Thai SEC, Archari Suppiroj, mengatakan kepada Bangkok Post, “Portal ICO resmi pertama Thailand sedang difinalisasi untuk persetujuan resmi dengan lembaga pemerintah terkait seperti Kementerian Perdagangan.”

Thai SEC, sebagai regulator crypto inti di negara tersebut, mencatat bahwa setiap proyek ICO yang berminat perlu disetujui oleh portal ICO yang bersertifikasi sebelum diberikan persetujuan oleh komisi regulatori. Situs web ini juga menentukan kelayakan investor dalam ICO di negara tersebut.

Perusahaan modal ventura dan dana ekuitas swasta dapat berinvestasi dalam ICO. Terlepas dari mereka, institusi dan individu dengan kekayaan bersih tinggi yang memiliki aset minimal 70 juta baht atau setidaknya investasi senilai 25 juta baht juga dapat berinvestasi. Selain itu, investor individu yang ingin berinvestasi di ritel dapat berinvestasi hingga 300.000 baht per ICO.

Sesuai laporan Bangkok Post, Archari Suppiroj menyebutkan bahwa sekitar 7 atau 8 perusahaan kripto telah melakukan konsultasi awal dengan regulator sekuritas negara tersebut untuk mengoperasikan portal ICO. Direktur tidak mengungkapkan nama-nama perusahaan yang tertarik. Namun, dia mencatat bahwa perusahaan yang menyetujui untuk mengoperasikan portal ICO pertama Thailand adalah organisasi asing.

Pada saat berita ini ditulis, Bitherb Company Limited adalah satu-satunya perusahaan asing yang disetujui oleh Thai SEC untuk mengoperasikan bisnis mata uang digital di Thailand. Bitherb adalah perusahaan patungan skala besar antara Asia Her Association Bangkok Company Limited dan bursa kripto Jepang Bitpoint. Bitpoint Jepang juga baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaan tersebut telah mengajukan lisensi dengan SEC untuk mengoperasikan portal ICO di negara tersebut.

Pada saat berita ini ditulis, hanya ada tiga operator bursa set digital yang disetujui untuk melakukan bisnis bursa cryptocurrency di negara ini. Ketiga perusahaan tersebut adalah Bitkub Online Co. Ltd., Bitcoin Co. Ltd., dan Satang Corp. Selain itu, Coins Thailand Co. Ltd. juga telah disetujui untuk mempraktikkan transaksi aset digital dan pialang di Thailand.

Sumber: insidebitcoins.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here