Dilansir dari CCN, Kepala Blockchain Facebook, David Marcus, merilis pernyataan bahwa dia mengharapkan koin baru Facebook, Libra, akan diatur oleh hukum Swiss. Masih menjadi pertanyaan, mengapa Libra memilih berkantor pusat di Swiss? Apa perbedaan utama apa antara hukum kripto Swiss dan Amerika Serikat?

Pada pandangan awal terhadap kripto, kedua negara tampaknya tidak mengambil pendekatan yang sangat berbeda. Kedua negara memiliki kesamaan sebagai berikut:

  • Mengizinkan mata uang dan bursa digital.
  • Bekerja untuk melindungi warganya dari aktivitas terlarang seperti pemerasan atau pencucian uang.
  • Menggunakan regulasi keuangan mereka yang ada untuk menerapkan mata uang digital.
  • Masih mencoba menentukan apa tepatnya atau cara terbaik untuk mengatur kripto.

Salah satu perbedaan utama adalah sikap. Sementara Amerika Serikat bergerak maju dengan perlawanan, kehati-hatian, dan penerimaan terhadap kripto sesekali, sikap kripto Swiss adalah aman, tetapi ramah dan terbuka.

Pada bulan Maret 2019, Majelis Federal, cabang legislatif dari pemerintah Swiss, memberikan suara mendukung mosi untuk menerima instruksi tentang bagaimana menerapkan hukum saat ini terhadap kripto. Seperti AS, Swiss memutuskan untuk mengatur mata uang digital dalam kerangka hukum keuangan yang ada.

Secara desain, pemerintah Swiss tidak memiliki undang-undang yang konsisten terkait dengan ICO dan kripto. Sebaliknya, mereka memilih untuk mempertahankan fleksibilitas untuk mengatur berbagai jenis mata uang dengan cara yang berbeda, berdasarkan kasus per kasus.

Ini halus, tetapi inkonsistensi Swiss tampaknya memberikan peraturan yang lebih ramah kripto. Sementara kurangnya kejelasan legislatif Amerika Serikat menjadi masalah terhadap industri blockchain selama bertahun-tahun. Bisnis, legislator, dan bahkan kandidat presiden meminta kejelasan untuk membantu memfasilitasi kemajuan.

Presiden Amerika Serikat baru-baru ini menggunakan twitter untuk melakukan serangan terhadap bitcoin. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengadakan konferensi pers yang menyatakan keraguannya tentang mata uang kripto.

Para pemimpin di Swiss telah mengambil pendekatan yang berbeda. Presiden Federal Swiss Ueli Maurer baru-baru ini menghadiri CV Crypto Valley Summit. Dia mengatakan bahwa pemerintah terus mencari cara untuk tetap dua langkah di depan dalam regulasi blockchain. Dia menambahkan, “Pintu kami selalu terbuka untuk setiap perusahaan yang ingin mendekati negara.”

Komunitas blockchain memandang Swiss sebagai kedutaan besar. Kota ikonik Zug melahirkan mata uang kripto terbesar kedua di dunia, Ethereum. Dengan lebih dari 700 perusahaan terkait blockchain yang hadir di Zug, membuat kota berpenduduk 30.000 orang ini dijuluki “Crypto Valley.”

Dikarenakan AS berupaya menghentikan pengembangan Libra Facebook dan Partai Demokrat terlihat menjauhkan perusahaaan teknologi besar dari layanan keuangan, maka masuk akal jika perusahaan-perusahaan kripto akan pergi ke negara yang mereka inginkan.

Sumber: CCN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here