Laporan CNBC pada 13 November 2018 mengungkapkan bahwa menambang cryptocurrency ether (ETH) menggunakan sistem komputer berdaya tinggi tidak lagi menguntungkan. Dilansir dari BTCManager, jika laporan terbaru CNBC itu dapat dipercaya maka hari-hari penambangan “emas” cryptocurrency akan menjadi kisah masa lalu, karena kegiatan ini tidak lagi menguntungkan.

Penggemar kripto akan mengenang euforia selama kripto terus menguat (bull run) tahun lalu, yang menunjukkan hampir semua cryptocurrency mencapai nilai tertinggi atau ATH-nya dan menarik banyak perhatian dunia. Hiruk-pikuk kripto juga mengubah banyak pemikiran ke arah bisnis cryptocurrency, yang setiap orang dapat memasang rig penambangan di ruang bawah tanah atau asrama mereka dan mendapatkan mata uang digital secara online.

Namun, analisis terbaru oleh Susquehanna mengungkapkan bahwa penambangan eter tidak lagi menguntungkan karena laba turun jauh dari sekitar US$ 150 per bulan pada musim panas lalu (Juni-Agustus) ke hampir nol pada November 2018.

Penambangan kripto menackup proses menjalankan komputer secara terus-menerus, karena semua sistem pada jaringan bersaing satu sama lain untuk memecahkan masalah numerik yang rumit. Sistem pertama untuk memecahkan masalah menghasilkan sejumlah ether atau bitcoin.

Sayangnya, raksasa penambangan seperti Bitmain telah menciptakan monopoli dalam bisnis penambangan cryptocurrency. Sebuah laporan baru-baru ini menyatakan bahwa hashrate Bitmain sudah mencapai 42 persen di jaringan Bitcoin, dan sedang dalam perjalanan untuk mencapai titik fatal sebesar 51 persen.

Selain masalah biaya penambangan tinggi, nilai ethereum telah berkurang lebih dari 70 persen tahun ini. Ether saat ini diperdagangkan sekitar US$ 177 menurut data CoinMarketCap.

Faktor-faktor seperti yang disebutkan di atas telah menyebabkan efek domino dalam bisnis penambangan eter sehingga menjadi pasar yang tidak menarik bagi penambang individu skala kecil.

Bisnis penambangan kripto juga berdampak pada angka penjualan pembuat chip Nvidia. Analis semikonduktor Susquehanna, Christopher Rolland, menyatakan bahwa pendapatan perusahaan kripto QoQ anjlok hingga hampir US$ 100 juta.

Rolland mengatakan, “Kami memperkirakan sangat sedikit pendapatan dari penjualan GPU terkait kripto pada kuartal tersebut, konsisten dengan komentar sebelumnya dari manajemen QoQ yang tidak memasukkan kontribusi kripto dalam prospek C3Q18 mereka.”

Sentimen ini sangat kontras dengan hasil penjualan Nvidia pada Q1 2018, dengan penjualan kripto menyumbang hampir sembilan persen dari pendapatan Nvidia. Perlu dicatat bahwa bukan hanya Nvidia yang mengalami penurunan dalam bisnis penambangan cryptocurrency.

BTCManager melaporkan pada 4 Juli 2018, chip komputasi dan produsen motherboard yang berbasis di Taipei, Gigabyte Technology Co., Ltd. menurunkan proyeksi pendapatannya untuk separuh yang tersisa di tahun 2018 dengan mengacu rendahnya permintaan dari penambang cryptocurrency.

Sumber: btcmanager.com 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here