Dilansir dari Coindesk, pada Jumat (4/1/2019) anggota komunitas pengembangan kode sumber terbuka (open source) ethereum secara tentatif setuju untuk mengimplementasikan algoritma baru yang akan memblokir perangkat keras penambangan khusus atau ASIC (application-specific integrated circuit), sambil menunggu pengujian lebih lanjut untuk kode yang diusulkan.

Jika diterima oleh jaringan pengguna yang menjalankan perangkat lunak ethereum, perubahan kode yang dijuluki “ProgPoW” itu akan memblokir ASIC. Perangkat ASIC antara lain dibuat oleh perusahaan penambangan besar Bitmain. Sebagai gantinya, perangkat lunak ethereum yang baru akan memungkinkan perangkat penambangan tujuan umum, atau perangkat keras GPU (graphical processing unit) yang biasanya dikalahkan ASIC dalam bersaing mendapatkan imbalan penambangan pada platform.

Security Head Yayasan Ethereum, Martin Holst Swende, mengatakan bahwa ia lebih suka peralihan ini karena akan membantu memastikan keamanan transisi akhir metode validasi transaksi ethereum menuju proof-of-stake. Sistem baru proof-of-stake akan menggantikan proof-of-work, agar pengguna menambang cryptocurrency tidak dengan banyak tenaga listrik tetapi dengan menyisihkan koin yang mereka pegang.

Kami tahu hari ini bahwa Ethhash memiliki kekurangan yang saat ini sedang ditargetkan. Jadi, itulah mengapa saya ingin beralih sesegera mungkin untuk memberi kami waktu beralih ke proof-of-stake,” kata Holst Swende.

Staf komunikasi Yayasan Ethereum, Hudson Jameson, berkata, “Kedengarannya kita telah mencapai kesepakatan bahwa kita sementara akan melanjutkan ProgPoW, yang berarti kita akan maju kecuali ada masalah besar yang ditemukan dengan pengujian atau hal-hal semacam itu. Kami akan maju dengan ProgPoW. “

Ini berarti bahwa ProgPoW akan dirilis sebagai bagian dari peningkatan (upgrade) seluruh sistem standalone, atau hard fork, dalam dua hingga empat bulan ke depan. Selain ProgPoW, tidak ada perubahan perangkat lunak lain yang akan dimasukkan dalam peningkatan.

Berita ini datang ketika peningkatan utama kelima platform ethereum, yang dinamakan Constantinople, mendekati aktivasi. Afri Schoedon, manajer rilis Parity, mengatakan bahwa Constantinople akan diaktifkan pada 10 menit setelah 12.00 UTC pada hari Rabu (16/1/2019).

Constantinople, yang awalnya direncanakan aktif pada bulan November, membawa sejumlah perubahan desain yang bertujuan merampingkan kode platform. Constantinople juga berupaya menunda apa yang disebut bom kesulitan (difficulty bomb) — perbaikan kode yang dirancang untuk mendorong agar sering terjadi peningkatan — selama 18 bulan, sambil mengurangi imbalan penambangan ether dari 3 ETH menjadi 2 ETH per blok.

Pengembang ethereum juga mengatakan bahwa hard fork selanjutnya, yang dinamakan Istanbul, harus direncanakan akan terjadi pada bulan Oktober, setelah periode sembilan bulan. Usulan yang diajukan Afri Schoedon ini akan menjadi bagian dari siklus peningkatan berkala untuk menjaga keteraturan peningkatan.

Sumber: coindesk.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here