Akun Twitter tokoh bisnis terkemuka diretas dan menjanjikan Bitcoin dan Ethereum gratis kepada 22,5 juta pengikutnya. Dilansir dari CCN, Elon Musk, CEO & co-founder Tesla, menjadi korban insiden peretasan di Twitter untuk kedua kalinya. Saat Musk asli sibuk memposting tweet filosofis, penirunya dengan akun Twitter terverifikasi bergabung dengan thread line dan mulai menawarkan tip cryptocurrency.

Musk palsu itu dibangun atas janji Musk asli untuk “mengambil [Tesla], pribadi,” yang menyatakan bahwa reorganisasi Tesla terencana akan menunjukkan penambahan metode pembayaran Bitcoin dan Ethereum sebagai “salah satu langkah maju.”

Sejauh mana berita palsu menyebar tidak dapat diverifikasi. Namun, beberapa pengguna tidak menyukainya, dengan salah satu dari mereka menuduh “Musk” mencuri dari orang. Sementara yang lain juga mempertanyakan bagaimana Musk palsu dapat memperoleh status Twitter terverifikasi.

Twitter baru-baru ini muncul sebagai sarang praktik akun curang. Akun dari banyak selebriti cryptocurrency yang memiliki profil tinggi, termasuk co-founder Ethereum Vitalik Buterin dan pakar cybersecurity John McAfee, telah ditiru oleh peretas dengan status Twitter terverifikasi.

Musk sebelumnya telah menjadi korban peretasan identitas. Pada bulan Februari 2018, profil palsu Elon Musk di Twitter mengumumkan bahwa mereka membagikan 400 ETH kepada penggemarnya.

Twitter kemudian meyakinkan penggunanya dengan menyediakan framework pertahanan yang lebih baik untuk menjaga profil pengguna.

Dikutip CCN dari The Verge, manajemen Twitter mengatakan, “Kami menyadari bentuk manipulasi ini, dan kami secara proaktif menerapkan sejumlah sinyal untuk mencegah jenis akun-akun seperti ini terlibat dengan orang lain dengan cara yang menipu.”

Namun, banyak profil palsu tetap ada, yang membuktikan itu tugas yang sulit untuk diatur oleh Twitter.

Sampai sekarang, ada ratusan akun palsu di Twitter yang berjanji untuk mengirim cryptocurrency secara gratis kepada para korban. Sky News pada bulan Februari melaporkan bahwa scam atau penipuan berbasis Twitter telah menyedot sebanyak 50.000 poundsterling dalam sehari. Dan kasus seperti ini sedang meningkat.

Trik untuk memikat korban itu sangat sederhana. Peretas meniru akun yang memiliki profil tinggi dan mendesak korban untuk mengirim sejumlah cryptocurrency ke alamat dompet mereka. Sebagai imbalannya, para peretas ini menjanjikan hasil yang tinggi di kemudian hari.

Trik-trik ini telah bekerja dengan sangat baik di masa lalu sehingga akun asli membuat profil baru untuk memberikan klarifikasi kepada pengikut mereka. Vitalik Buterin pernah mengubah nama profil Twitter-nya untuk menyatakan bahwa dia tidak memberikan Ether gratis.

Satu-satunya pertahanan yang dapat diterapkan pengguna Twitter untuk melindungi dirinya sendiri adalah dengan tetap meragukan profil yang menjanjikan cryptocurrency gratis meskipun profil Twitter tersebut terverifikasi.

Sumber: ccn.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here