Dilansir dari CryptoNews, dalam beberapa hari terakhir, dunia komunitas kripto (Cryptoverse) dipenuhi dengan diskusi tentang dugaan skema ponzi Tiongkok yang menjual bitcoin dan menyebabkan kerusakan. Tetapi menurut kelompok analis mata uang kripto, TokenAnalyst, hal itu mungkin bukan alasannya.

Dovey Wan, mitra pendiri perusahaan investasi Primitive Ventures yang berbasis di California, men-tweet bahwa peserta dalam penipuan PlusToken diduga dapat menjual ribuan bitcoin dalam batch kecil. Dia mengatakan bahwa PlusToken adalah skema ponzi Tiongkok yang telah mengumpulkan sekitar BTC 200.000 (sekitar US$2 miliar) dan ETH 800.000 (sekitar US$147 juta).

Namun, TokenAnalyst menjelaskan bahwa dari alamat yang terkait dengan tim PlusToken hanya sedikit yang memiliki saldo BTC dan/atau perpindahan dana (BTC) baru-baru ini. Mereka telah menyediakan skema aliran dana terbaru dan keberadaan saat ini menunjukkan alamat yang mengirimkan BTC 37.921 ke dua alamat, yang kemudian mengirim BTC 37.922 ke sembilan alamat lainnya.

Mereka juga menambahkan bahwa satu alamat lagi baru-baru ini berinteraksi dengan alamat yang diamati, dan satu lagi telah mengirimkan jumlah BTC yang sangat kecil selama beberapa hari terakhir.

Sementara itu, Bloomberg mengutip Sid Shekhar, salah satu pendiri TokenAnalyst, yang mengatakan, “Sepertinya alamat-alamat ini tidak dimiliki oleh bursa. […] Kami akan mengawasi hal ini untuk melihat apakah mereka memindahkan 100-an juta dalam bursa di beberapa titik.” TokenAnalyst juga menemukan ribuan Bitcoin milik tim PlusToken di buku besar Bitcoin, dan Shekhar mengatakan bahwa banyak uang scammer yang disaring ke dalam layanan mixing-type sekitar sebulan yang lalu.

Menurut analisis perusahaan investasi yang menawarkan solusi keuangan dalam mata uang kripto dan pasar aset digital, HASCH CIB, kasus itu terlihat seperti operasi pengocokan dana bursa normal.

Dovey Wan tampaknya menjadi orang pertama yang men-tweet tentang PlusToken. Selama beberapa hari terakhir ia mengatakan bahwa mereka adalah penipuan yang dimulai pada pertengahan 2018. Para anggotanya bahkan telah ditangkap oleh polisi, karena mereka mencuri lebih dari 200.000 BTC. Wan menyerukan perusahaan lain untuk bergabung dalam penyelidikan kemudian mengatakan bahwa perusahaan keamanan blockchain PeckShield dan perusahaan analisis blockchain Chainalysis  bekerja dengan timnya untuk mencari tahu gerakan pencurian keuangan tersebut.

Banyak orang memberikan berbagai reaksi terhadap berita ini sejak itu. Wan berpendapat bahwa ada pemisahan antara komunitas kripto Asia dan Barat. Investor Alistair Milne menyatakan jika ada scammer bisa lolos dengan menjual sejumlah besar kripto mereka dan menarik di bursa utama maka itu merupakan sebuah lelucon.

Sementara itu, pengembang kripto, Udi Wertheimer, mengatakan bahwa untuk menghentikan BTC diperlukan koordinasi banyak orang, bukan hanya bursa. Pada saat penulisan berita ini di halaman CryptoNews, BTC diperdagangkan di sekitar US$10.109, naik 2% dalam 24 jam terakhir dan turun 14% dalam seminggu terakhir.

Sumber: CryptoNews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here