Dilansir dari BTCWires, bank terkenal di Jepang, Bank Mizuho, akan segera meluncurkan proyek mata uang kripto yang diberi nama J-coin pada 1 Maret 2019. Sebagaimana ditunjukkan oleh deklarasi yang dirilisnya, Mizuho berharap menjadi pelari terdepan di dunia kripto. Mizuho berkolaborasi dengan lebih dari 60 institusi keuangan di Jepang dengan sekitar 58 juta ledger (buku besar) yang dinamis.

Masuknya J-coin akan memberikan tantangan tegas pada lembaga-lembaga serupa yang fungsional di Jepang, termasuk token LINK milik aplikasi Line dan Amazon-nya Jepang Rakuten. CEO Mizuho, Tatsufumi Sakai, menyampaikan hal tersebut kepada manajemen BTCWires. Platform J-coin memiliki banyak kemiripan dari rival mereka, sehingga menjadikan platform itu tidak asing bagi klien yang tertarik.

Ketika ingin melakukan pembayaran dengan J-coin, klien akan diminta memfilter kode QR — yang terletak pada barang — menggunakan ponsel, sehingga mengurangi saldo yang tersedia di aplikasi J-coin sesuai dengan harga yang dipatok untuk barang tersebut. Mizuho menyatakan untuk saat ini estimasi satu token J-coin senilai satu Yen. Karena asosiasi J-coin mencakup sekitar 60 institusi keuangan, klien tidak akan kesulitan mengonversi uang fiat mereka menjadi J-coin, dan sebaliknya.

Pembayaran J-coin Mizuho berfokus pada setidaknya 300.000 toko yang akan menjadi setidaknya 6,5 juta pengguna dalam beberapa tahun.

Sementara itu Line Pay sudah berada jauh di depan sebagai pesaing J-coin. Line yang merupakan raksasa messenger dengan sekitar 79 juta klien dinamis per bulan dapat mendorong pengembangan cepat pemanfaatan Line Pay sebagai bursa. Pembayaran dengan Line diterima di sekitar 1,33 juta lokasi di Jepang dan memiliki ikatan dengan Starbucks, VISA, dan lain-lain.

Sumber: BTCWires

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here