Dilansir dari Cryptonews, jika salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, tidak bekerja untuk Ethereum karena terlalu sibuk dengan magangnya di Ripple, mungkin peringkat koin berdasarkan kapitalisasi pasar akan sangat berbeda. Untungnya, Departemen Tenaga Kerja AS memutuskan menolak aplikasi visa Buterin untuk masuk ke AS, sehingga perjalanan sejarah kripto diatur di jalur yang benar seperti saat ini.

Dalam kisah lain, pengusaha Cina Eric YuanFounder & CEO perusahaan layanan konferensi video Zoom Video Communications, pernah ditolak permohonan visanya di AS delapan kali. Akhirnya AS menjadi pemegang saham utama perusahaan layanan konferensi video itu. Sedangkan Buterin maju dengan cerita sendiri.

Sekarang Buterin tinggal di Kanada, karena harus memenuhi kebutuhannya untuk bekerja pada proyek-proyek blockchain dengan menerbitkan whitepaper Ethereum pada akhir 2013. Sementara itu, pada bulan Februari 2019, Buterin mengolok-olok pengumuman kemitraan Ripple yang dilakukan di Twitter.

Namun, pada 2013 Buterin menulis sebuah artikel yang ia memuji Ripple. “Secara keseluruhan, apa yang telah dicapai Ripple sangat mengesankan. Dengan Ripple, kami memiliki cara mengirim, menerima, dan memegang mata uang apa pun, tidak hanya satu mata uang digital tertentu, secara desentralisasi,” ujar Buterin.

Sumber: Cryptonews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here