Seminggu yang lalu Crypto-News India melaporkan bahwa bursa Cryptopia diretas. Kerugian nyata dari pelanggaran keamanan saat itu jauh lebih banyak daripada perkiraan awal US$ 3,6 juta. Elementus — perusahaan infrastruktur blockchain — merilis laporan yang memperkirakan angka kerugiannya sekitar US$ 16 juta.

Pada saat itu Elementus menyatakan, “Dana tersebut diambil dari 76.000 wallet (dompet kripto), dan tidak ada yang berbentuk smart contract. Pencuri itu pasti mendapatkan akses tidak hanya ke satu private key, tetapi ribuan.”

Kemudian pada Rabu (30/1/2019), Elementus mengungkapkan bahwa 1.675 ETH dari 17.000 wallet di bursa Cryptopia kembali disedot oleh peretas. Nilai 1.675 ETH itu sekitar US$ 180.000, sesuai dengan harga pasar saat ini.

Laporan Elementus terakhir menyebutkan, “Di antara wallet yang terkena dampak peretasan adalah 1.948 wallet berisiko yang kami identifikasi sebelumnya. Beberapa di antara wallet itu terus bertambah dananya baru-baru ini. Daftar ini juga mencakup lebih dari 5.000 Wallet yang telah terkuras dalam peretasan awal, tetapi sejak itu wallet diisi ulang. Mungkin banyak pengguna bursa Cryptopia tidak menyadari telah menjadi korban peretasan.”

Laporan Elementus diakhiri dengan menyatakan ada dua hal yang perlu diperhatikan: 1) Cryptopia tidak mengendalikan wallet mereka dan peretas masih memiliki akses ke sana; 2) Meskipun ada peretasan yang sangat umum, pengguna masih terus memasukkan Ethereum ke bursa Cryptopia.

Bursa Cryptopia mengeluarkan pernyataan pada 15 Januari 2019, setelah serangkaian peretasan pertama terjadi. Pada saat itu, polisi Selandia Baru mengatakan telah mengambil alih penyelidikan.

Siaran pers polisi saat itu menyatakan, “Polisi terus menyelidiki transfer mata uang kripto yang tidak sah dengan jumlah yang signifikan dari perusahaan perdagangan mata uang kripto Cryptopia yang berbasis di Christchurch pada 13-14 Januari 2019. Kemajuan yang baik sedang dibuat dan garis positif dari penyelidikan sedang dikembangkan untuk mengidentifikasi sumber transfer, dan untuk mengidentifikasi ke mana mata uang kripto telah dikirim. Bantuan komunitas mata uang kripto dibutuhkan saat investigasi berlangsung. Anggota tim investigasi telah bertemu manajemen Cryptopia dan menyampaikan kemajuan penyelidikan.”

Dalam situs web resmi bursa Cryptopia tertulis, “14 Januari 2019, Bursa Cryptopia mengalami serangan keamanan yang mengakibatkan kerugian signifikan. Setelah diidentifikasi, bursa dinyatakan dalam pemeliharaan, sementara kami mengaudit kerusakan yang terjadi. Cryptopia telah memberikan laporan dan bekerja sama dengan lembaga pemerintah terkait, termasuk Kepolisian Selandia Baru dan Unit Kejahatan Teknologi Tinggi.”

Sumber: crypto-news.in 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here