Pada hari Minggu (11/3/2018) pekan lalu, penyidik dari Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah berhasil menangkap dua tersangka pelaku peretasan 600 laman situs website dalam dan luar negeri. Kedua tersangka yang berinisial KPS dan NA tersebut ditangkap di Surabaya, Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, penangkapan kedua tersangka tersebut berawal dari kerjasama antara Polda Metro Jaya dengan IC3 (Internet Crime Complaint Center) Federal Bureau of Investigation (FBI) yang merupakan badan investigasi utama Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ).

“Jadi, di Amerika sana ada data, bahwa adanya tindak peretasan sistem elektronik yang dilakukan oleh sekelompok orang di Indonesia. Kelompok tersebut telah meretas 40 negara dan ada 3000 sistem elektronik yang diretas,” kata Argo saat dihubungi pada hari Senin.

Setelah dilakukan penyelidikan dan evaluasi, pihak kepolisian Indonesia menemukan adanya kelompok peretas di Surabaya, Jawa Timur. “Di Surabaya, kami menargetkan 6 tersangka dan dari target enam tersangka tersebut, kami menangkap dua orang pelaku yang mengatasnamakan dirinya sebagai kelompok SBH,” tuturnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono pun menambahkan bahwa kepada pihak polisi, tersangka berinisial KPS mengaku sebagai pendiri SBH yang sudah menjalankan peretasan terhadap kurang lebih 600 laman situs website di dalam dan luar Indonesia. “Yang bersangkutan mengaku meminta sejumlah uang melalui sistem pembayaran akun PayPal dan Bitcoin dengan alasan tarif jasa,” kata ia.

Tersangka lain berinisial NA mengaku sebagai member SBH dan sudah meretas sekitar 600 laman situs website di dalam ataupun luar Indonesia dengan minta uang tebusan yang sama, yaitu melalui akun PayPal dan Bitcoin. “Dari kedua tersangka pun telah disita hp, notebook, dan modem. Kemudian, kedua tersangka dibawa oleh regu ke Sat Reskrim Polrestabes Surabaya untuk menjalankan pemeriksaan,” kata Argo. Keduanya terancam dikenakan Pasal 30 jo 46 dan/atau pasal 29 jo 45B dan/atau 32 Jo Pasal 48 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 perihal Perubahan UU No 11 Tahun 2008 terkait ITE dan/atau Pasal 3, 4, dan 5 UU RI No 8 Tahun 2010 perihal TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here