Dilansir dari CoinGape yang mengutip Bloomberg, bursa saham terbesar kedua dunia, Nasdaq, dilaporkan berencana mencatatkan Bitcoin futures (aset kripto bitcoin yang diperdagangkan sebagai kontrak berjangka, red).

Blomberg menerima laporan yang menunjukkan ada rencana Nasdaq mengatasi kekhawatiran Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS, sebelum peluncuran kontrak berjangka Bitcoin. Bahkan mungkin Nasdaq akan segera memulai perdagangan berjangka bitcoin pada awal 2019.

Menurut beberapa sumber yang dikutip Blomberg, Nasdaq telah bekerja untuk mengatasi kekhawatiran regulator swap utama AS, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas, sebelum meluncurkan kontrak berjangka Bitcoin.

Nasdaq dilaporkan telah memulai pendanaan US$ 190 juta dari publik pada awal September, dan percaya bahwa nilai pasar kripto mungkin pulih meskipun penurunan dramatis terjadi sejak awal 2018. Pasar kripto mencapai titik tertinggi sepanjang waktu ketika pemimpin pasar seperti CME Group Inc. dan Cboe Global Markets Inc. mulai memberi harapan berlebihan (hype) atas peluncuran kontrak berjangkanya. Sejak itu, Bitcoin — yang sebelumnya mendekati US$ 20.000 — jatuh ke rekor terendah US$ 4.000.

Untuk menghadapi persaingan, Nasdaq dilaporkan sedang belajar membuat penawaran kontrak berjangka yang berbeda dari pesaing. Nasdaq bukan satu-satunya yang bertaruh di produk berjangka. Intercontinental Exchange Inc. juga telah meluncurkan kontrak berjangka pada 24 Januari 2018.

Nasdaq masuk ke pasar kripto karena meningkatnya permintaan dari investor institusional di AS. Saat ini Nasdaq meminta persetujuan regulator untuk beroperasi. Jika disetujui, pasar kripto akan memiliki dua bursa saham terbesar (Nasdaq dan NYSE) yang mengoperasikan pasar berjangka Bitcoin.

Sumber: coingape.comĀ 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here