Penulis CoinDesk Nolan Bauerle menjelaskan konsep blockchain mirip dengan konsep Wikipedia. Dengan blockchain, banyak orang dapat menulis entri ke dalam rekaman informasi, dan komunitas pengguna dapat mengontrol bagaimana rekaman informasi diubah dan diperbarui. Rekaman informasi blockchain bukan hasil dari sebuah institusi tunggal. Demikian juga entri Wikipedia bukan produk dari penerbit tunggal. Tidak ada orang yang mengontrol informasi.

Namun menurut Bauerle ada perbedaan yang membuat teknologi blockchain itu unik. Kedua teknologi blockchain dan Wikipedia berjalan di jaringan terdistribusi (internet). Wikipedia dibangun dengan World Wide Web (WWW) yang menggunakan model jaringan client-server. Seorang pengguna (klien) – dengan izin akses yang terkait dengan akunnya – dapat mengubah entri Wikipedia yang disimpan di server terpusat. Sedangkan blockchain tidak menggunakan server terpusat.

Setiap kali pengguna mengakses halaman Wikipedia, pengguna itu akan mendapatkan versi terbaru dari ‘master copy‘ entri Wikipedia. Pengendalian database tetap oleh administrator Wikipedia. Akses dan izin dikelola oleh otoritas pusat.

Database terpusat. sumber: coindesk.com
Gambar 1. Database terpusat

Backbone digital Wikipedia mirip dengan basis data terproteksi dan terpusat yang dilakukan oleh pemerintah atau bank atau perusahaan asuransi saat ini. Pengendalian database terpusat terletak pada pemiliknya, termasuk manajemen pembaruan, akses, dan proteksi terhadap ancaman cyber. Sedangkan basis data terdistribusi yang dibuat dengan teknologi blockchain memiliki backbone digital yang sangat berbeda. Ini yang paling penting dari teknologi blockchain.

‘Master copy’ Wikipedia diedit di server dan semua pengguna mendapatkan versi baru. Dalam kasus blockchain, setiap node dalam jaringan mencapai kesimpulan sama, bahwa masing-masing memperbarui catatan secara independen. Catatan paling populer menjadi catatan resmi de-facto sebagai pengganti salinan master.

Gambar 2. Database terdistribusi
Gambar 2. Database terdistribusi

Transaksi disiarkan secara luas dalam jaringan blockchain, dan setiap node membuat versi kejadian sendiri yang diperbarui. Perbedaan inilah yang membuat teknologi blockchain sangat berguna. Ini salah satu inovasi dalam pencatatan dan distribusi informasi yang menghilangkan adanya ketergantungan pada “pihak ketiga yang dipercaya” untuk memfasilitasi hubungan digital.

Teknologi yang menjadi dasar blockchain bukanlah teknologi baru, tapi kombinasi teknologi lama yang diterapkan dengan cara baru. Blockchain merupakan kombinasi khusus dari tiga teknologi yaitu internet, kriptografi kunci privat (private key cryptography), dan protokol (perangkat lunak) yang mengatur insentif. Kombinasi ini yang membuat ide pencipta bitcoin Satoshi Nakamoto sangat berguna.

Gambar 3. Tiga teknologi yang membentuk Blockchain
Gambar 3. Tiga teknologi yang membentuk Blockchain

Hasilnya berupa sistem untuk interaksi atau transaksi digital yang tidak membutuhkan pihak ketiga yang dipercaya. Pekerjaan mengamankan hubungan digital secara implisit disediakan oleh arsitektur jaringan teknologi blockchain sendiri yang elegan dan sederhana, namun kuat.

Bauerle juga menjelaskan kepercayaan merupakan penilaian risiko antara pihak-pihak yang berbeda. Di dunia digital, menentukan kepercayaan sering bermuara pada pembuktian identitas (otentikasi) dan pembuktian izin (otorisasi). Secara sederhana, kita ingin tahu ‘Apakah Anda yang Anda katakan adalah Anda?’ dan ‘Apakah Anda bisa melakukan apa yang Anda coba lakukan?’

Dalam kasus teknologi blockchain, kriptografi kunci privat menyediakan alat ownership kuat yang memenuhi persyaratan otentikasi. Kepemilikan kunci privat merupakan ownership. Hal ini juga membuat orang tidak perlu berbagi informasi pribadi lebih dari yang diperlukan untuk pertukaran atau transaksi, agar tidak menjadi korban peretasan.

Otentikasi saja tidak cukup. Otorisasi bahwa memiliki cukup uang, menyiarkan jenis transaksi yang benar, dan lain-lain membutuhkan jaringan peer-to-peer terdistribusi sebagai titik awal. Jaringan terdistribusi mengurangi risiko kecurangan atau kegagalan terpusat.

Jaringan terdistribusi ini juga harus berkomitmen terhadap pencatatan dan keamanan jaringan transaksi. Otorisasi transaksi merupakan hasil dari seluruh jaringan yang menerapkan aturan yang telah dirancang berupa protokol blockchain.

Otentikasi dan otorisasi yang disediakan dengan cara ini memungkinkan interaksi di dunia digital tanpa mengandalkan kepercayaan yang berharga mahal. Saat ini, para wirausahawan industri di seluruh dunia telah menyadari implikasi kemajuan ini, bahwa hubungan digital baru, kuat, dan tak terbayangkan sebelumnya bisa terjadi. Teknologi blockchain sering digambarkan sebagai backbone untuk lapisan transaksi Internet, fondasi Internet of Value.

Bahkan menurut Bauerle, ide bahwa kunci kriptografi dan buku besar bersama (share ledgers) dapat mendorong pengguna mengamankan dan merumuskan hubungan digital “memiliki imajinasi yang berjalan liar.” Setiap orang dari pemerintahan, perusahaan IT, hingga bank sedang berusaha membangun lapisan transaksi ini. Otentikasi dan otorisasi – dua hal yang penting untuk transaksi digital – dibangun sebagai hasil dari konfigurasi teknologi blockchain. Ide ini dapat diterapkan pada setiap kebutuhan untuk sistem pencatatan/perekaman yang dapat dipercaya.

Sumber: Coindesk.com 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here