Xunlei adalah perusahaan cloud asal China yang melakukan IPO di Nasdaq. Tahun lalu perusahaan ini mendapat tuntutan legal dari MPA dan dinyatakan kalah, juga dituntut oleh investor sendiri karena melakukan ICO.

Akan tetapi hari jumat kemarin mengadakan jumpa pers dan mereka memperkenalkan “Thunder Chain”. Platform blockchain ini mendukung perusahaan untuk membuat aplikasi yang ter-desentralisasi.

Algoritma yang di adopsi adalah dengan sistem konsensus PBFT ( Byzantine fault tolerance ) jika dipelajari lebih dalam sistem ini mirip dengan voting yang mirip dengan hashgraph. Thunderchain dipamerkan dapat melayani juta-an transaksi per detik.

Xunlei menjelaskan kecangihan teknologi dibelakang nya dimana mereka mengabungkan teknologi blockchain dengan kapasitas content delivery peer to peer yang digunakan oleh sistem cloud nya.

Didirikan tahun 2003. Xunlei cukup terkenal di China mereka membuat aplikasi peer- to peer bernama Thunder yang mengunakan jaringan broadband yang ngangur untuk mempercepat download dan upload. Mereka baru mengadopsi teknologi blockchain pada bulan oktober tahun lalu dan melakukan ICO “LinkTokens” dimana user mendapatkan linktoken ketika membeli jasa cloud Xunlei.

Awalnya ketika mengadopsi teknologi ini harga saham mereka meroket dari 4 dollar ke 20 dollar. Namun pada bulan Januri tahun ini drop kembali di angka 10 dollar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here