Dilansir dari CCN, bursa kripto Korea Selatan Bithumb mengumumkan akan membuka kantor baru di Jepang dan Thailand. Menurut sumber berita ZDNet, Bithumb sedang menunggu persetujuan dari Komisi Sekuritas dan Bursa Efek Thailand (SEC) dan Otoritas Jasa Keuangan Jepang (FSA).

Bithumb memilih Thailand karena industri e-commerce dan fin-tech sangat aktif di negara ini. Selain itu, regulator Thailand memahami dan menyambut cryptocurrency untuk mempromosikan “bisnis kota pintar.” SEC Thailand tidak hanya secara terbuka menerima ICO (penawaran koin perdana) sebagai cara sempurna untuk mendukung startup, tetapi juga berencana untuk mengatur lima dari semua ICO bulan lalu. Sebagai hasil dari lingkungan Thailand yang ramah-kripto, Bithumb mungkin memulai operasinya di Thailand pada awal Oktober 2018.

Di sisi lain, Jepang telah memperketat aturannya untuk perusahaan terkait kripto. Pada Januari 2018, bursa kripto Jepang Coincheck diretas. Para penjahat cyber bisa mencuri uang karena dana disimpan dalam hot wallet (dompet panas) — dompet yang terhubung ke internet untuk pembayaran secara instan. Setelah beberapa bulan, cryptocurrency Jepang Monacoin juga mengalami serangan jaringan oleh seorang miner (penambang kripto). Akibatnya, FSA Jepang mulai menindak bursa kripto yang tidak mengikuti aturan yang ditetapkan FSA dengan mengeluarkan perintah perbaikan bisnis. Bulan lalu, bursa secara resmi ditolak oleh FSA karena tidak membangun sistem yang benar.

Namun, Bithumb optimis bahwa aplikasinya akan diterima FSA dan kantor baru akan memulai layanannya di Jepang pada Februari 2019. Bahkan, Bithumb berencana untuk memperluas bisnisnya lebih lanjut dan mencari mitra global baru.

Masih harus dilihat apakah FSA akan memberikan izin beroperasi di Jepang kepada Bithumb yang baru-baru ini diretas. Pada Juni 2018, bursa Bithumb mengalami serangan dan US$ 31 juta dari 11 cryptocurrency yang ada di Bithumb dicuri dalam waktu yang singkat. Dana yang tersisa dengan cepat ditransfer dari dompet panas ke dompet dingin (cold wallet, dompet yang tidak terhubung ke internet langsung, semacam tabungan). Seperti yang dilaporkan CCN sebelumnya, peretasan Coincheck dan Bithumb memiliki kesamaan yaitu platform keduanya tidak cukup aman untuk mempertahankan diri dari serangan semacam itu.

Beberapa hari kemudian setelah serangan, Bithumb mengumumkan telah memulihkan 45% dari dana yang dicuri. Sekarang, setelah dua minggu diam, Bithumb melansir bahwa akan mengambil langkah besar dengan mendirikan dua kantor baru di Thailand dan Jepang.

Jika Bithumb berhasil memperbaiki masalah keamanan dan meyakinkan FSA dengan sukses, maka keputusan ini akan membantu bursa tersebut mendapatkan kembali posisinya di atas 10 kripto bursa, meskipun ada fakta Bithumb telah kehilangan beberapa pelanggan di Korea Selatan sebagai akibat dari peretasan baru-baru ini.

Sumber: ccn.com 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here