Dilansir dari blog.tokenomy.com, pada tahun 2018 silam, Telegram, salah satu perusahaan chat terpopuler di dunia berhasil melakukan penjualan token kripto GRAM dan memecahkan rekor sebesar US$1,7 miliar, melalui jaringan investor pribadi. Tokenomy mengumumkan bahwa perusahaan tersebut dipercaya bekerja sama dengan Gram Asia dalam menyediakan penjualan token GRAM secara eksklusif di Tokenomy Launchpad.

Dongbeom Kim, CEO dari Gram Asia, mengatakan, “Dalam kerja sama kami dengan Tokenomy, kami dengan senang hati menawarkan kepada 260 juta pengguna dari Indonesia akses istimewa dalam ekosistem Telegram Open Network.”

Berdasarkan penjualan token tersebut, Token GRAM akan dikirimkan dalam empat bagian selama periode 18 bulan, dengan komposisi 25% di 3 bulan setelah peluncuran, 25% di 6 bulan setelah peluncuran, 25% di 12 bulan setelah peluncuran, dan 25% sisanya di 18 bulan setelah peluncuran.

Mulai 2 September 2019, pengguna Tokenomy akan dapat melakukan perdaganagn kontrak atas Token GRAM, yang disebut fGRAM, di Tokenomy Exchange (bursa aset digital Tokenomy). Untuk setiap token GRAM yang dibeli selama penjualan token GRAM di Tokenomy Launchpad, Tokenomy akan secara otomatis meng-kredit satu token fGRAM sesuai dengan yang dibeli pada akun Tokenomy.

Perlu dicatat bahwa token fGRAM hanya dapat diperdagangkan di Tokenomy Exchange dan tidak dapat ditarik sampai proses pengiriman token GRAM selesai. Untuk dapat membeli GRAM melalui Tokenomy Launchpad, dapat dilakukan dengan melakukan register akun Tokenomy di Tokenomy Launchpad. Selanjutnya user Tokenomy tersebut diverifikasi dan jika sudah berhasil maka dapat langsung membeli GRAM di platform Tokenomy Launchpad.

Mengenal Telegram Open Network dan GRAM

Pada tahun lalu, Telegram mengumukan peluncuran yang akan segera menghadikan platform Blockchain-nya yaitu Telegram Open Network (TON) dan aset digitalnya GRAM. Peluncuran TON dan GRAM dapat memungkinkan Telegram untuk memperluas platform messenger-nya untuk menyertakan sistem pembayaran, yang mirip dengan konsep WeChat.

Tujuan utama TON adalah untuk menciptakan sebuah platform blockchain yang dapat memproses jutaan transaksi yang tinggi dalam per-detiknya. Ini tidak seperti Bitcoin dan Ethereum yang relatif lebih lambat dalam memproses transaksi blockchain. Hal ini artinya bahwa pengguna TON akan menikmati proses transaksi pembayaran yang cepat, secepat VISA atau MasterCard. Untuk dapat memastikan teknologi pembayaran yang aman, TON akan mengadopsi algoritma konsensus yaitu Proof-of-Stake di dalam jaringan blockchain miliknya.

Melalui platform TON, perangkat lunak Light Wallet akan dibangun di atas Telegram, sehingga pengguna Telegram dapat membayar layanan aplikasi yang ada pada TON dengan menggunakan aset digital GRAM. Saat ini Telegram memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif, yang memungkinkan untuk mendorong adopsi GRAM ke komunitas. Jaringan blockchain TON diperkirakan akan dimulai pada 31 Oktober 2019.

Sumber: Blog Tokenomy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here