Dilansir dari CNBC, salah satu eksekutif bank Goldman Sachs yang terkemuka menjelaskan ambisi bank terkait cryptocurrency, setelah tersebar berita bahwa bank tersebut meninggalkan rencana peluncuran meja perdagangan untuk cryptocurrency.

“Saya tidak pernah berpikir saya menggunakan istilah ini, tetapi saya benar-benar harus menggambarkan berita itu sebagai berita palsu,” kata Chief Financial Officer Goldman Sachs Martin Chavez di atas panggung konferensi TechCrunch Disrupt di San Francisco baru-baru ini.

Chavez menyatakan bahwa bank Goldman sedang bekerja atau mendalami jenis derivatif atau turunan bitcoin karena klien menginginkannya.

“Tahap eksplorasi berikutnya adalah apa yang kami sebut non-deliverable forwards, yaitu over the counter derivatives yang dihargai dalam dolar AS dan harga referensinya adalah harga bitcoin-USD yang ditetapkan oleh sekelompok bursa,” kata Chavez.

Harga bitcoin dan cryptocurrency lainnya jatuh setelah laporan Business Insider awal pekan ini bahwa bank Goldman Sachs menunda rencana peluncuran meja perdagangan bitcoin. Raksasa Wall Street itu telah mempertimbangkan peluncuran semacam opsi cryptocurrency untuk klien selama setahun terakhir. Tapi tidak pernah jelas apa yang direncanakan oleh bank tersebut.

“Untuk menanggapi minat klien dalam mata uang digital, kami mengeksplorasi cara terbaik melayani mereka di bidang ini,” kata juru bicara Goldman kepada CNBC pada Oktober 2017.

CEO bank Goldman yang sudah keluar, Lloyd Blankfein, menulis tweet pada Oktober 2017 bahwa Goldman “masih berpikir tentang bitcoin” dan bank itu “tidak mendukung atau menolak.”

Goldman Sachs telah melakukan kliring kontrak berjangka bitcoin-linked yang ditawarkan CBOE dan CME sejak Mei 2018, dan itu menyediakan likuiditas bagi klien berjangka tersebut.

“Sedangkan bitcoin fisik, Goldman tidak cukup ada. Diperlukan solusi penyimpanan yang aman sebelum bank dapat bergerak maju,” kata Chavez.

“Bitcoin fisik adalah sesuatu yang sangat menarik, dan sangat menantang. Dari sudut pandang kustodi, kami belum melihat solusi kustodian tingkat institusi untuk bitcoin. Kami tertarik memilikinya dan itu adalah jalan yang panjang,” ungkap Chavez lebih lanjut.

Isu seputar volatilitas bitcoin, keamanan, dan tempat menyimpan aset yang sebenarnya menjadi penghalang masuk bagi investor institusi. Adanya kemungkinan perusahaan seperti Goldman memasuki pasar telah meningkatkan sentimen dan harga kripto dalam satu tahun terakhir.

Bitcoin diperdagangkan mendekati US$ 6,400 pada Kamis (6/9/2018). Menurut data CoinMarketCap.com, nilai seluruh pasar cryptocurrency telah turun lebih dari 65 persen tahun ini.

Sumber: cnbc.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here