Dilansir dari The Currency Analytics, total nilai kontrak berjangka Bitcoin (BTC) mencapai 3,5 miliar dolar AS. Meskipun itu tidak menjadi satu-satunya indikator harga, banyak pedagang berasumsi bahwa minat terbuka terhadap pergerakan harga yang menanjak akan melanjutkan tren yang mendasarinya di pasar.

Pada 14 Januari 2020, nilai pasar BTC $217,5 miliar, dan saat ini angkanya mencapai lebih dari $238,8 miliar. BTC dan pasar kripto lainnya membuat langkah mengejutkan karena pasar kapitalisasi kripto terkemuka tersebut tiba-tiba meningkat kemarin.

Peningkatan volatilitas pasar tersebut menarik minat para pedagang, terutama karena pasar kontrak berjangka BTC naik ke nilai tertinggi, US$3,5 miliar.

Sementara tekanan beli terus meningkat, bunga terbuka (open interest) konrak berjangka BTC mungkin dapat menghasilkan lebih banyak. Perusahaan analis, Crypto Skew, mencatat bahwa kenaikan bunga terbuka terjadi di seluruh bursa yang menawarkan produk derivatif BTC itu.

Bunga terbuka yang meningkat dalam kontrak berjangka BTC terjadi pada beberapa platform perdagangan derivatif, antara lain Binance ($136 juta), OKEx ($809 juta), CME Group ($204 juta), Deribit ($187 juta), Bitmex ($1,106 miliar), FTX ($63 juta), Bitfinex ($5juta), Huobi ($442 juta), Kraken ($41 juta), dan Bakkt ($10 juta).

Bunga terbuka adalah jumlah kontrak terbuka yang didedikasikan untuk pasar berjangka. Jika bunga terbuka meningkat, itu menunjukkan bahwa uang segar akan mengalir ke pasar. Banyak pedagang mengklaim bahwa setiap lonjakan bunga terbuka menunjukkan tren harga aset digital itu naik berkelanjutan.

Jadi, dalam kasus BTC, harga akan naik bersama dengan kontrak berjangka yang mendasarinya. Bunga terbuka mungkin bukan satu-satunya indikator arah harga, tetapi sebagian besar pedagang menggunakannya untuk mengetahui seberapa kuat tren itu.

Sumber: TheCurrencyAnalytics

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here