Dilansir melalui ccn.com, Ethereum co-creator, Vitalik Buterin memiliki rencana meningkatkan (skala) jaringan Ethereum untuk mengakomodasi ~3.200 persen peningkatan transaksi tanpa menggunakan teknologi lapisan kedua seperti Plasma.

Melalui tulisannya di sebuah forum penelitian ETH yang diterbitkan pada hari Sabtu, Buterin mengatakan bahwa Ethereum dapat meminjam inovasi teknologi dari kripto privasi-sentris Zcash untuk “memvalidasi-massal” transaksi ETH.

Menurut tulisan di blog Ethereum Foundation, teknologi yang disebut ZK-SNARKS itu memungkinkan me-relay nodes untuk “memverifikasi ketepatan komputasi tanpa harus mengeksekusinya” atau “mempelajari apa yang telah dieksekusi.”

Buterin menguraikan bahwa relayers dapat melakukan transaksi batch bersama-sama dan kemudian menerbitkan ZK-SNARK untuk membuktikan validitasnya, yang secara besar mengompresi sejumlah data yang disimpan di blockchain sambil menjaga semua transaksi on-chain.

Buterin menulis, “Ada dua kelas pengguna: (i) transactor, dan (ii) relayer. Relayer mengambil satu set operasi dari transactors, dan menggabungkan semuanya ke dalam suatu transaksi dan membuat ZK-SNARK membuktikan validitas, serta menerbitkan ZK-SNARK dan data transaksi dalam bentuk yang sangat terkompresi ke blockchain. Relayer pun mendapat imbalan untuk ini dengan biaya transaksi dari transactor.”

Buterin memperkirakan bahwa integrasi dan adopsi ZK-SNARKS dapat memungkinkan Ethereum untuk memproses maksimum sekitar 500 transaksi per detik, naik dari batas saat ini sekitar 15. Hal itu tidak hanya mewakili peningkatan kapasitas jaringan sebesar 3.200 persen, tetapi juga menyelesaikan prestasi terlepas dari Plasma dan solusi skala lapisan kedua lainnya yang meningkatkan kapasitas jaringan dengan memindahkan sebagian besar transaksi dari blockchain utama, dengan tetap mempertahankan keamanannya. Jika digunakan bersama-sama dengan teknologi lapisan kedua setelah peluncuran nantinya, peningkatan skala akan lebih jelas.

ETH Harus Berskala untuk Membuat dApps Mainstream

Peningkatan skala tersebut sangat penting jika Ethereum berharap untuk mencapai adopsi massal. Seperti yang baru-baru ini dilaporkan CCN, aplikasi terdesentralisasi (dApps) yang berjalan di Ethereum telah berjuang untuk mencapai adopsi secara luas. Hanya beberapa proyek (sebagian besar bursa terdesentralisasi) yang memiliki lebih dari 500 pengguna harian.

Jika satu atau lebih dApps membangun basis pengguna yang besar, ini akan dengan cepat menyumbat blockchain Ethereum dan mengirim biaya gas yang melonjak. Ini sudah terjadi pada Desember 2017 lalu, tak lama setelah peluncuran CryptoKitties. Pada puncaknya, dApps ini memiliki sekitar 14.000 pengguna setiap hari, jumlah yang sangat kecil dibandingkan dengan aplikasi web tradisional, tetapi cukup untuk mengganggu kemampuan pengguna untuk bertransaksi di jaringan Ethereum. Satu startup bahkan menunda initial coin offering (ICO). Baca juga: Cryptokitties Bantu Museum di Jerman Menjelaskan Blockchain

Buterin bukanlah pengembang pertama yang menyarankan bahwa mengadaptasi teknologi berbasis Zcash ke Ethereum dapat membuat protokol terakhir Ethereum lebih kuat. Pada awal tahun 2017, CCN juga telah melaporkan bahwa sebuah kelompok yang terdiri dari peneliti dua organisasi telah meluncurkan “Project Alchemy,” sebuah inisiatif untuk menambahkan zero-knowledge proofs ke Ethereum untuk membantu menganonimkan protokol, dengan mata khusus untuk memastikan bahwa aplikasi kontrak pintar seperti pemungutan suara elektronik dapat dilakukan secara transparan tanpa mengorbankan privasi pengguna. Sebelumnya, kelompok itu mengejek rencana untuk membangun bursa kripto terdesentralisasi/decentralized cryptocurrency exchange (DEX) yang akan memungkinkan transaksi antara dua blockchain.

Sumber: ccn.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here