Dilansir dari CCN yang mengutip laporan Bloomberg, Wall Street diam-diam bergerak keluar dari pasar kripto. Padahal pada 2017 lalu, ketika industri kripto mengalami kenaikan terbesar dalam sejarahnya, banyak perusahaan keuangan arus utama siap bergabung ke pasar kripto. Nama-nama seperti Goldman Sachs, Fidelity Investments, dan Barclays Bank Plc. tahun lalu dilaporkan akan membuka divisi cryptocurrency, yang menimbulkan spekulasi di sekitar industri keuangan.

Goldman Sachs merupakan salah satu perusahaan Wall Street pertama yang menunjukkan minat pada Bitcoin futures (kontrak berjangka Bitcoin). Ada rumor yang menyatakan bahwa perusahaan itu sedang mengembangkan meja perdagangan kripto yang terpisah.

Bank investasi Goldman Sachs itu bermitra dengan Galaxy Digital dan memimpin investasi seri B senilai US$ 57 juta di perusahaan kustodian BitGo Holdings Inc. dalam upaya menawarkan layanan kustodi, semacam jasa penitipan aset kripto. Hingga satu tahun kemudian Goldman Sachs belum menawarkan perdagangan kripto. Produk derivatif Bitcoin untuk bank itu belum membuat banyak kemajuan sejak diluncurkan.

Citigroup Inc. yang berbasis di New York juga dilaporkan mengembangkan produk berbasis kripto yang dapat membantu perusahaan manajemen aset dan hedge funds untuk mengurangi risiko ketika mereka berinvestasi dalam kripto. Produk bernama Digital Asset Receipt ini diharapkan memberikan cara inovatif kepada investor kripto untuk menjaga investasinya, dan menawarkan legitimasi dan kepercayaan tambahan terhadap kelas aset yang masih baru.

Bank Inggris Barclays Inc. yang berbasis di London juga menunjukkan minat besar pada kripto selama boom 2017, dengan merekrut pedagang energi Chris Tyrer dan Matthieu Jobbe Duval untuk membantu memimpin divisi aset digitalnya. Keduanya disewa untuk membantu mencari jalan agar bank itu dapat terjun ke dunia kripto dan memberikan rekomendasi. Ada rumor bahwa Barclays mempertimbangkan untuk mengembangkan meja perdagangan kripto. Sedihnya, Tyrer akhirnya meninggalkan proyek awal tahun ini, sementara Duval tetap bersama Barclays. Barclays juga membantah rumor tentang meja perdagangan kripto itu.

Menurut laporan Bloomberg, ada dua alasan penarikan mundur Wall Street secara diam-diam dari pasar kripto. Pertama karena penurunan pasar dan kurangnya kerangka peraturan tentang cryptocurrency. Alasan pertama itu relatif sederhana. Tahun 2018 menjadi perjalanan liar pasar kripto, dengan sekitar US$ 700 miliar hilang.

Perusahaan berbasis kripto merasakan beban terbesar dari pasar melemah ini, dengan berita pengurangan karyawan, perusahaan tutup, dan produsen perangkat penambangan kripto kehilangan keuntungan dari hari ke hari. Masih kurangnya kerangka kerja regulasi khusus tentang cryptocurrency menghalangi nama-nama besar industri keuangan terjun ke sektor kripto ini. Semoga pada 2019 terjadi peremajaan industri kripto dan pengenalan peraturan kripto yang lebih jelas.

Sumber: ccn.com 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here