Dilansir dari Cryptoverze, dua kekuatan keuangan utama Uni Eropa, Prancis dan Jerman, baru-baru ini sepakat untuk memblokir Libra dari operasi di negara masing-masing. Awalnya, Menteri Keuangan Perancis, Bruno Le Maire, berbicara tentang ketidaknyamanannya terhadap mata uang yang dipimpin oleh organisasi pengumpul data pribadi seperti Facebook. Melihat hal ini, Jerman segera mengikutinya dengan merilis pernyataan mereka sendiri, dan mengomunikasikan sikap mereka melawan Libra.

Kedua negara tersebut mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan, “Tidak ada entitas swasta yang dapat mengklaim kekuatan moneter, yang melekat pada kedaulatan negara.”  Prancis dan Jerman menganggap bahwa proyek Libra, sebagaimana tercantum dalam cetak biru Facebook, gagal meyakinkan bahwa risiko akan ditangani dengan baik.

Rencana Facebook telah membuat pembuat kebijakan dan regulator di seluruh dunia ketakutan, terutama ketika media sosial tersebut berencana meluncurkan Libra tahun depan. Regulator AS bahkan mempertanyakan rencana organisasi Libra dan mengapa markas mereka akan berada di Swiss. Semua ini dapat menyembunyikan lisensi pembayaran Libra dari otoritas moneter Swiss, yang diberikan kepada Libra pada pekan lalu.

Meskipun regulasi dan investigasi dapat bertindak sebagai rintangan, dapat dipercaya bahwa pengawasan ketat akan meningkatkan kepercayaan konsumen pada Libra. Selain itu, transaksi berbiaya rendah ini kemungkinan akan mendorong konsumen untuk memegang dan menggunakan mata uang digital. Masih harus dilihat bagaimana mayoritas pemerintah akan bereaksi setelah pernyataan dari Prancis dan Jerman ini.

Sumber: Cryptoverze

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here