Dilansir dari Coindesk, raksasa e-commerce Jepang DMM.com dilaporkan sedang dalam proses menghentikan bisnis penambangan cryptocurrency-nya, kurang dari setahun setelah beroperasi.

Laporan dari Nikkei pada 30 Desember 2018 menyebutkan DMM membuat keputusan untuk menarik diri dari penambangan pada September 2018, karena kemerosotan pasar cryptocurrency secara keseluruhan menyebabkan penurunan profitabilitas bisnis. Laporan itu menambahkan bahwa proses penarikan, termasuk penjualan mesin penambangannya, dapat berlanjut hingga paruh pertama tahun 2019.

DMM yang didirikan pada tahun 1999 merupakan salah satu situs e-commerce terbesar di Jepang. DMM meluncurkan bisnis bursa cryptocurrency, yang dijuluki DMM Bitcoin, pada Januari 2018. Bursa ini merupakan salah satu dari 16 platform perdagangan berlisensi di Jepang.

Pada bulan September 2017, DMM mengumumkan rencana mendirikan pusat penambangan kripto dengan tujuan pada saat itu untuk menjadi salah satu dari 10 pusat penambangan terbesar di dunia pada akhir 2018, dan pada akhirnya mencapai peringkat tiga besar. DMM mulai menambang cryptocurrency termasuk bitcoin, ethereum dan, litecoin, pada Februari 2018 di Kanazawa.

Berita DMM keluar dari bisnis penambangan itu datang hanya beberapa hari setelah raksasa internet Jepang GMO mengumumkan akan menghentikan pembuatan mesin penambangan bitcoin generasi berikutnya, setelah mencatat kerugian besar 35,5 miliar yen (atau US$ 321,6 juta).

Pada 25 Desember 2018, DMM juga mengumumkan akan membatalkan rencana meluncurkan platform perdagangan cryptocurrency lain yang disebut Cointap yang fokus pada peningkatan layanan perdagangan pada DMM Bitcoin.

Sumber: coindesk.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here